Minggu,19 November 2023
24 Set Trinitatis
EVANGELIUM : ULANGAN 8:7-18
- Pendahuluan
Kitab tora Musa disebut pentateukh (kelima) kitab Musa, yaitu Kejadian,Keluaran, Imamat Bilangan, Ulangan. Kitab tora Musa adalah kitab Perjanjian yang merupakan ringkasan pembicaraan Musa dengan Tuhan di atas gunung Horeb (Sinai). Apa yang diperoleh Musa dalam pembicaraan itu disampaikan kepada bangsa Israel (Keluaran 24: 13), kemudian dituliskan (Keluaran 24: 4) dan dengan demikian menjadi naskah berupa kitab Perjanjian (Keluaran 24:7-8).
Kitab tora ini diberikan Tuhan kepada umat Israel melalui perantaraan Musa.Supaya umat Israel mengaku segala hukum berasal dari “YHWH” satu-satunya Allah.Dan penampakan Allah di gunung Horeb adalah peristiwa paling menentukan dalam sejarah mereka sebagai umat Tuhan. Dalam tora berisi perjanjian bila umat Israel tetap taat dan setia melakukan perintah Tuhan, maka berkat – berkat Tuhan melimpah atas mereka. Tetapi bila hidup mereka melanggar perintah Tuhan maka mereka akan mengalami kutukan, terbuang seperti bangsa bangsa lain.
Kembali Musa mengulangi tora Tuhan kepada umat lsrael melalui Kitab Ulangan (Deutronomis). Musa mengingatkan kembali umat Israel akan tora (hukum Tuhan).Mengajarkan umat Israel harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka, mengingat bahwa Tuhan telah demikian menaruh kasihnya atas mereka. Bagaiman Tuhan mengasihi Israel, karena dia bertindak setia terhadap perjanjianNya kepada nenek moyang mereka (bnd Ul 4:31).
Perikop Ulangan 8:7-18 adalah pidato Musa di dataran Moab, di tepi sungai Yordan dekat Yeriko. Mengingatkan kembali umat Israel sebelum mere ka masuk ke tanah Kanaan jangan melupakan kasih setia Tuhan. Bagaimana Tuhan menyertai mereka selama 40 tahun di padang gurun memberi mereka makanan ajaib (manna),minuman serta pakaian dan tetap di dalam perlindungan Tuhan. Meskipun mereka mengalami banyak penderitaan tetapi Tuhan selalu memperhatikan dan mencukupkan kebutuhan mereka. Itu semua terjadi dengan sepengetahuan Tuhan untuk mengajar mereka supaya bergantung sepenuhnya kepada perintah perintah Tuhan. Setelan sampai di Palestina mereka tetap mengingat dan tidak melupakan kebaikane Ketika mereka mengingat dan tidak melupa kan kebaikan Tuhan maka semakin kuat terjalin hubungan umat Israel dengan Tuhan yang mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi umat Israel.
- Penjelasan Nats
Ayat 7-10 : Musa mengatakan Tuhan adalah sumber berkat, sumber kebaikan,umber kesejahteraan, sumber kebahagiaan dan kehidupan bagi umat Israel.
Ayat 7 : “Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;
Setelah mereka menderita di padang gurun selama 40 tahun. Tempat umat Israel belajar melihat keberadaan mereka sama sekali hanya tergantung kepada Tuhan Allah.Kekerasan hidup di padang gurun membuat hampir tidak mungkin melupakan Tuhan,yang memelihara, memberi makan manna bahwa manusia bukan hidup dari roti saja, yang juga diakui Kristus dalam pencobaan di padang gurun (Matius 4 : 4) melainkan dari segala yang diucapkan Tuhan. Negeri yang baik kontras dengan padang gurun yang gersang, supaya dengan kelimpahan itu mereka semakin memuji Tuhan.
Negeri yang baik daerah-daerah kaya di Palestina sungai, mata air dan danau,pohon ara, pohon delima, pohon zaitun, gandum, madu dan jelai, tidak kekurangan makanan. Juga kekayaan dari sumber-sumber alami besi, tembaga. Itu semua adalah pemberian Tuhan yang harus mereka ingat untuk selalu bersyukur kepada Allah karena kebaikannya.
Ayat 11 – 18 Musa mengingatkan umat Israel supaya tetap setia melakukan perintah-perintah Tuhan setelah sampai ke tanah Kanaan, negeri yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyang jangan sekali-sekali mereka melupakan Tuhan, pemberi kebaikan. Ada dua hal peristiwa yang dapat mengguncangkan iman. Yang pertama adalah kesusahan, akibat kesusahan orang menjadi putus asa. Yang kedua kemakmuran yang dapat membuat orang menjadi sombong dan melupakan Tuhan.Tuhan telah mengajarkan kepada umat Israel ketergantungan kepada Tuhan selama 40 tahun mereka di padang gurun. Hal-hal yang menakutkan dalam perjalanan di padang gurun. Ular-ular yang ganas yang mematikan (bnd Bil 21:6); serta kalajengking. Makanan ajaib (manna) dan air minum secara ajaib pula (ayat 15). Gunung batu yang keras keluar air. Air yang keluar dari batu yang keras berbeda dengan peristiwa sekali di Horeb (Kel 17:6) dan sekali lagi di Kadesi (Bil 20:8). Tetapi Gunung Batu (bnd Ul 32:4,13,15,18,30,31) yang menjadi lambang Allah sebagai sumber kekuatan. Dari negeri perjanjian diberi Allah kekuatan, kemakmuran, kesejahteraan melalui proses waktu, kecakapan dan pekerjaan yang diusahakan mereka.
- Renungan
Firman Tuhan dari Ulangan 8:7-18 mengajak kita, supaya :
- Hiduplah dalam takut akam Tuhan, jangan melupakan kasih kebaikan Tuhan.Lakukanlah perintah-perintahnya yang membawa kita kepada kehidupan penuh bahagia dan kekal.
- Tuhan Yesus telah menghantarkan kita kepada kehidupan yang penuh berkat,baik berkat jasmani (makanan, minuman, kesejahteraan) dan berkat rohani (kehidupan yang kekal) supaya kita jangan lupa mengucap syukur kepadaNya.Kalau kita menjadi kaya atau makmur, mempunyai jabatan yang tinggi tetaplah semakin berbuat baik demi kemuliaan Tuhan.
- Peliharalah alam ciptaan Tuhan laut, sungai, danau, pohon-pohon dan tambang dengan baik untuk kepentingan bersama, mensejahterakan manusia seluruhnya.Agar kita bahagia di bumi maupun di surga kelak, Amin.
Pdt. Resti Sitompul, S.Th
0 Comments