Minggu, Reminiscere, 16 Maret 2025
Epistel: Filipi 3:17–4:1
Pdt. Bayu T. S. Siahaan, S.Th
Pendeta GKPI Resort Ambarita
- PENDAHULUAN
Bagaimana mungkin saya mengatakan: “Kita harus tegar menjalani kehidupan!”, sementara saya lebih sering menunjukkan sikap hidup yang suka mengeluh? Maka orang-orang akan mengatakan saya hanya omdo (omong doang), dan tidak akan ada yang respect kepada saya. Jika apa yang kita katakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan sulit memiliki pengikut. Jika pun ada, biasanya hal itu terjadi karena memanfaatkan kuasa jabatan atau uang. Jika sudah demikian, maka sebesar dan sebagus apa pun rencana dan cita-cita kita, semuanya itu akhirnya hanya tinggal di atas kertas saja, karena bagaimana pun, kita tidak bisa mengerjakannya sendirian, tetapi kita membutuhkan orang-orang di sekitar kita, yang mendukung kita, yang mengikut kita untuk menuntaskannya. Dalam pengertian yang sama, kita mau katakan bahwa keteladanan menjadi faktor penting untuk melaksanakan suatu misi.
- PENJELASAN NAS
Rasul Paulus, penulis surat Filipi dari penjara (Flp. 1:13) memulai nas ini dari keteladanannya serta keteladanan dari orang-orang yang hidup sama sepertinya (ay. 17). Keteladanan yang dimaksud Paulus adalah kesetiaannya serta kegigihannya memberitakan Injil Kristus, meskipun harus menanggung resiko yang tidak ringan, seperti yang dialaminya sekarang: disiksa di penjara. Keteladanan yang dimaksud Paulus adalah kesungguhannya menghidupi kehendak Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari ketika ia sedang berada di tengah-tengah jemaat. Paulus menyadari, bahwa tanpa keteladanannya, maka orang-orang Kristen Filipi yang baru percaya kepada Kristus akan segera goyah di tengah-tengah gempuran ajaran sesat dari rasul-rasul palsu (bnd. Flp. 3:2). Paulus menyadari, bahwa tanpa keteladanannya, maka orang-orang Kristen Filipi yang baru percaya kepada Kristus akan segera murtad lalu kembali ke kehidupan mereka yang lama, yaitu kehidupan yang berseteru dengan salib Kristus (ay. 18). Paulus memperhatikan realitas sekelilingnya, bahwa masih banyak orang-orang yang belum menerima Injil Kristus, yang Tuhannya adalah perut mereka (makanan-minuman), yang pikirannya semata-mata tertuju kepada perkara duniawi, yang jika mereka tidak bertobat, maka kesudahan mereka adalah kebinasaan (ay. 19). Artinya, Paulus tidak ingin orang-orang Kristen Filipi kembali kepada aib mereka dahulu yang membawa mereka kepada kebinasaan.
Keteladanan yang ditunjukkan Paulus sepenuhnya bertujuan agar semua orang yang memahaminya dan kehidupan yang diperjuangkannya semakin percaya kepada Tuhan Yesus, Sang Jurus’lamat. Jika orang-orang Kristen Filipi melihat kesetiaan dan kegigihan Paulus hidup dalam kehendak Tuhan Yesus meskipun harus mengalami penderitaan yang hebat, maka tujuannya adalah untuk mendorong orang-orang Kristen Filipi untuk tetap bertahan setia dan gigih hidup dalam kehendak Tuhan Yesus walau sebesar apa pun resiko yang akan ditanggung seperti Paulus. Dalam hal inilah Paulus berbicara tentang kewargaan orang-orang Kristen, bahwa barang siapa yang setia dan gigih hidup dalam kehendak Tuhan Yesus, maka kewargaannya adalah di dalam Sorga (ay. 20a). Atau dalam bahasa Paulus yang lain adalah manusia baru(lih. Ef. 4:23-24). Jadi, orang-orang Kristen adalah orang-orang yang hidup seturut kehendak Tuhan Yesus, yang tidak lagi hidup seturut hawa nafsu keserakahan ulah si iblis.
Paulus mengingatkan betapa berharganya manusia dan seluruh yang diciptakan-Nya bagi Tuhan Yesus. Pengorbanan-Nya di kayu salib mengkonfirmasi betapa berharganya kita bagi-Nya, agar kita bebas dari dosa dan kematian. Kematian-Nya menghidupkan kita yang seharusnya berakhir pada kematian. Namun jika orang-orang Kristen Filipi atau jika kita kembali kepada kematian oleh karena perbuatan-perbuatan kita yang justru seturut si iblis yang sudah dikalahkan Tuhan Yesus, maka dengan apa lagi kita diselamatkan? Tidak ada lagi!Hanya kebinasaan bagian kita di ujungnya. Hal tersebut lah yang hendak dihindarkan Paulus, agar tidak terjadi kepada orang-orang Kristen Filipi pada saat itu, dan kepada kita orang-orang Kristen saat ini. Anggo umpama Batak mandok: unang be mulakulak tu bona, ala ndang tarjua molo ndang muba, tu hamatean do ujungna!Oleh karena itu Paulus menekankan, agar orang-orang Kristen di sepanjang abad senantiasa hidup dengan setia dan gigih seturut kehendak Tuhan Yesus, serta tetap teguh dalam Tuhan sepanjang hidup di dunia ini. Sebab di ujungnya, tubuh kita yang hina ini akan serupa dengan tubuh Tuhan Yesus yang mulia saat kedatangan-Nya kembali (ay. 20b-4:1).
- RENUNGAN
Saudara/i terkasih dalam Tuhan Yesus, Tuhan kita!. Apakah anda pernah menghina orang-orang di sekitar anda oleh karena perut anda kelaparan? Apakah pernah keyakinan anda berkurang kepada Tuhan ketika hanya memegang uang satu juta rupiah dibandingkan ketika memegang sepuluh juta rupiah? Jika pernah, maka, marilah kita bersama-sama bertobat! Ketahuilah, serta yakinilah saudara/i, bahwa sejak Tuhan Yesus bermurah hati menyelamatkan kita dari dosa dan kematian, hingga perbuatan-Nya yang penuh kasih memelihara kehidupan kita hingga hari ini, itu semuanya tidak mungkin diukur berdasarkan apa yang kita miliki! Tuhan Allah kita di atas segalanya, mengatasi segala situasi dan kondisi, menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya (ay. 21b). Tuhan kita itulah, melalui Roh Kudus memberikan hikmat dan kekuatan bagi kita untuk memenuhi apa yang Tuhan kehendaki dari hidup kita, sekaligus memberikan kuasa kepada kita untuk menyingkirkan hawa nafsu keserakahan ulah si iblis. Penyertaan-Nya lah yang memampukan kita untuk tetap berdiri teguh dalam jalan Tuhan. Doa kita, kiranya Tuhan senantiasa bermurah hati kepada kita dan memakai kita. DIA lah teladan kita untuk memberitakan kemurahan-Nya kepada seluruh umat dan alam ciptaan-Nya. AMEN.
- DISKUSI
- Apakah saudara/i sudah merasakan kemurahan Tuhan Yesus? Sebutkan!
- Bagaimana saudara/i menyikapi kehendak Tuhan dan keinginan si iblis setelah anda menerima kemurahan Tuhan Yesus?
- Apakah kemurahan Tuhan Yesus yang sudah saudara/i rasakan berdampak pada cara anda memperlakukan orang-orang di sekitar anda? Jelaskan!
- Apakah anda merasa wajib menjadi teladan bagi orang-orang sekitarmu? Jika ya, mengapa? Dan jika tidak, mengapa?
0 Comments