Minggu, 16 Agustus 2026
Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: “Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya “; dan janganlah orang kebiri berkata: “Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering. (Yesaya 56: 3) (Yesaya 56: 1-8)
Apakah desain bangunan, atau arsitektur itu penting dan menyumbang? Seorang praktisi film mengungkapkan kekagumannya pada karya arsitektur Romo Mangunwijaya, baik di Sendangsono Yogyakarta maupun Wisma Salam di perbatasan Magelang dan Yogyakarta.
Sejak pintu masuk ada kesadaran akan ruang dan ukurannya yang memperlihatkan suatu alur. Ada suasan senyap, katanya, seperti masuk ke taman yang hening dengan undakan-undakan tangga yang di tengahnya menghormati aliran dari mata air. Berada di area berjalan di antara titian tangga dan jembatan atau duduk di antara bayangan yang jatuh di tangga-tangga besar yang mengikuti tekstur tanah di kompleks perziaran itu. Karya arsitektur yang memperhatikan arah sinar matahari dan alur udara. Sehingga ruangan-ruangan itu memberi pengorientasian spiritual yang dapat dirasakan. Bising yang teredam oleh pengaturan jarak dengan jalan.
Jikalau Yesaya pasal 40-55 adalah kisah yang disusun di Babel menjelang kembalinya orang Israel dari Pembuangan, maka Yesaya pasal 56-66 adalah kitab yang disusun sedikit lebih kemudian dan merenungkan secara mendalam problem bangsa Yahudi sesudah pembuangan.
Setelah pembuangan terdapat permenungan bagi sejumlah orang Yahudi tentang persyaratan untuk dapat masuk ke dalam Bait Allah, ke dalam peribadatan. Bagian dari Yesaya 56 ini menyatakan bahwa hanya ada dua hal yang membuat seseorang layak untuk masuk ke dalam Bait Alllah, ke dalam perjumpaan dengan Tuhan, yaitu menaati Sabat dan setia kepada perjanjian.
Di dalam semangat ketaatan itu, Nabi Yesaya mendesak agar dua golongan umat pasca pembuangan Babel, orang kebiri (kasim) dan orang asing tidak boleh ditolak. Memang menurut Taurat (Ulangan 23:1), orang kebiri itu harus ditolak menjadi bagian dari persekutuan ibadah, sebab tindakannya menerima dikebiri merupakan hal yang bertentangan dengan Taurat. Perlu kita ingat bahwa beberapa pejabat tinggi dalam istana di dunia kuno pada saat itu harus dikebiri (kasim) sehingga dapat dipercaya mengawasi selir-selir raja. Diandaikan bahwa ada orang Israel yang bekerja bagi raja asing menjalani hal ini (bdk. 1 Sam. 8:15; 2 Raj. 9:32; Ester 2:3; 4:4-5), ataupun orang asing yang mau masuk menjadi bahagian dari umat Israel; orang-orang tobatan yang ingin menggabungkan diri dengan umat Tuhan.
Yesaya menerima Sabda dari Tuhan yang memperlihatkan penerimaan Tuhan terhadap orang kasim dan orang asing. Jelas ada perbedaan dengan misalnya Yehezkiel 44:9 yang datang dengan pandangan eksklusif, yang juga sejajar dengan kitab Ezra pada abad berikutnya. Akan tetapi Kekristenan tak diragukan menyetujui pandangan Yesaya (Trito Yesaya) yang lebih inklusif. Kokohlah dalam jalan perenungan, taati Tuhan dan setialah pada perjanjian.
Lagu : KJ 376: 1,2 Ikut Dikau Saja Tuhan
Doa : Bapa, berikanlah kami penghayatan yang kuat akan penerimaan-Mu atas orang-orang yang berkesusahan, dan taat kepada jalan-jalan-Mu yang berbelas kasih. Amin. [JPS]
0 Comments