Jumat, 9 Januari 2026

TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.” (Bilangan 6:24-26)

Saya terkesan dengan ungkapan yang disampaikan oleh Linda Jennifer MacQueen dari Gereja Lutheran Church of Australia (LCA) dalam sebuah workshop yang saya ikuti beberapa tahun lalu di Petaling Jaya, Malaysia (8-12 Agustus 2019).

Linda mengatakan bahwa perbedaan antara fasilitas dan sumber daya Gereja-gereja Asia dan Barat (Eropa, Australia, Amerika) dapat diumpamakan dengan gambaran bahwa fasilitas kantor misi di Asia biasanya terdiri dari 1 meja dan 2 gelas kopi.

Kantor-kantor Gereja di Barat biasanya mempunyai fasilitas yang canggih, dan sangat maju secara sumber daya. Walaupun begitu sebenarnya, demikian pendapat Linda, hal mendasar dalam pelayanan dan misi tidaklah terletak pada fasilitas dan sumber daya. Yang paling menentukan adalah hati yang diresapi oleh semangat Injil Yesus Kristus. Banyak hal bisa dilakukan bila suatu Gereja atau badan misi memiliki orang-orang yang dikuasai dan disemangati oleh Injil Yesus Kristus.

Kata kerja pertama tiap baris dari Bilangan 6:24-26 meringkas aktifitas Allah terhadap umat-Nya yang datang kepada-Nya beribadah: memberkati, menyinari, menghadapkan Wajah-Nya), dan kalimat kedua menunjukkan akibat atau hasil dari tindakan Allah: melindungi, memberi kasih karnuia, memberi damai sejahtera. Berkat berangkap tiga.

Yang pertama menekankan karunia yang konkrit yaitu berkat dan keamanan. Allah mencurahkan kekuatan hidup yang tampak dalam bertumbuh, berkembang dan berhasil, subur dan makmur.

Yang kedua menekankan pengharapan bahwa Allah akan berkenan kepada seseorang (membuat wajah-Nya bersinar atas penyembah) dan dengan demikian mengimbangi penghakiman dengan belas kasihan (berkenan untuk mengaruniakan kasih karunia). Allah memandang penyembah dengan senang hati; seluruh kemurahan Allah diarahkan kepada penyembah Allah.

Dan kalimat atau berkat yang ketiga menegaskan bahwa Allah akan memberi perhatian (mengangkat wajah-Nya), sehingga menghadirkan kepenuhan hidup (damai sejahtera). Hal ini menekankan tentang ungkapan kasih Allah dan bantuan-Nya kepada orang yang menyembah-Nya.

Dalam keyakinan iman, Jalan hidup yang menghayati hidup suci sesuai dengan Jalan Tuhan akan membawa kepada menerima berkat Tuhan dalam arti yang seluas-luasnya, kesehatan yang baik, keamanan, keharmonisan batin, kesejahteraan, kemakmuran materi dan umur panjang.

Maju atau belum maju, sepanjang kita hidup dalam jalan Tuhan, menyembah Tuhan dan mengasihi Tuhan, melayani dengan kuat, maka kita akan terberkati. [JPS]

Kutipan Renungan: Menghayati hidup suci sesuai dengan jalan Tuhan akan membawa kita kepada menerima berkat Tuhan dalam arti yang seluas-luasnya: Aman, sukacita dan damai sejahtera.

Lagu: KJ 370: 1-2 “Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku”

Doa: Tuhan, berkati kami berjalan dalam Jalan Kehendak-Mu. Agar selalu teraarh kepada-Mu, Sumber hidup, keamanan dan damai sejahtera. Amen.

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *