Senin, 26 Oktober 2026
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9)
Hampir semua orang mengerti dan memahami apa itu janji. Sederhananya janji adalah ikatan yang disepakati oleh dua orang atau lebih. Bahkan orang yang mengucapkan janji dan menerima janji mereka melakukannya secara sadar dan tanpa paksaan. Namun kenyataannya manusia sering sekali mengingkari janji yang telah disepakati. Janji yang disampaikan kepada sesama diingkari, bahkan janji yang disampaikan di hadapan Tuhan juga tidak luput dari pengingkaran. Tetapi Allah berbeda, tidak ada satupun janji yang Allah berikan itu yang tidak Tuhan tepati.
Dalam firman ini, di mana Petrus kembali mengingatkan para pengkritik kebenaran pada saat itu. Di mana mereka mempertanyakan kedatangan Tuhan yang kedua kali. Mereka berpikir ketika Tuhan tidak kunjung datang berarti Tuhan tidak menepati janjinya. Petrus memberikan penjelasan kalaupun manusia mengagap keterlamabatan itu sebagai kegagalan dari Allah menepati janjinya, sesungguhnya Allah menunggu pertobatan. Supaya ketika Dia datang kedua kalinya tidak ada yang akan mendapatkan hukuman. Firman ini akhirnya mengajak kita untuk bertobat dan hidup benar di hadapan Tuhan. ketika Tuhan datang maka kita akan menyambut kedatangannya dengan sukacita.
Refleksi: Mari kita pahami semua janji Tuhan itu ya dan amin. Karena itu mari hidup sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.
Lagu:KJ. No. 369:1-2
Doa: Tuhan Yesus ajari kami mempergunakan setiap hidup kami melakukan yang benar sebagai bukti iman kami. Karena kami tahu ketika Engkau datang kami akan menerima mahkota kehidupan. Dalam nama Yesus. Amin. [RPS]
0 Comments