Sabtu, 24 Oktober  2026

Dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini. (1 Raja-raja 8: 61)

Dalam kehidupan  sehari-hari, sering kali kita mudah setia ketika hidup berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Namun ketika menghadapi kesulitan, doa-doa yang belum terjawab atau keadaan yang tidak sesuai harapan, kesetiaan kita mulai diuji. Dalam situasi seperti inilah kita belajar untuk tetap berpaut kepada Tuhan, bukan hanya karena berkat-berkatNya, tetapi karena kita mengasihi Dia.

Ayat ini merupakan bagian dari doa dan berkat Raja Salomo setelah Bait Suci di Yerusalem selesai dibangun dan dipersembahkan kepada Tuhan. Raja Salomo mengingatkan bangsa Israel agar hati mereka tetap berpaut kepada Tuhan dan hidup menurut segala ketetapan-Nya. Berpaut kepada Tuhan berarti menjadikan Dia sebagai sumber pengharapan dan pegangan hidup. Kita tidak hanya mencari Tuhan ketika membutuhkan pertolongan, tetapi juga tetap mengasihi dan percaya kepada-Nya dalam setiap keadaan. Demikian juga tentang kesetiaan kepada Tuhan bukan hanya sekedar rajin berdoa atau beribadah, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan kehendakNya. Tuhan menginginkan hati yang tulus, yang tetap percaya dan taat kepada-Nya dalam segala keadaan.

Setia dengan sepenuh hati berarti menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita, menaati firman-Nya dan tetap berjalan dalam kebenaran sekalipun tidak selalu mudah. Kesetiaan bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang hati yang terus mau belajar, bertobat dan kembali kejalan yang benar.

Melalui 1 Raja-Raja 8: 61 ini, kita diingatkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak seharusnya bergantung pada keadaan. Kita tetap dapat mempercayai-Nya ketika jalan hidup terasa sulit, sebab iman bukan hanya tentang percaya saat semuanya baik-baik saja, melainkan juga tentang  tetap berpegang pada Tuhan ketika kita belum memahami rencana-Nya. Amin.

Kesimpulan: Kesetiaan kepada Tuhan terlihat dari bagaimana kita terus berjalan bersama-Nya setiap hari.

Nyanyian: KJ No. 466:1-2 Setialah

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk setia selalu kepada-Mu dengan sepenuh hati. Teguhkanlah iman kami agar selalu berjalan sesuai kehendak-Mu. Amin. [RS]

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *