Kamis, 8 Januari 2026
”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19)
Sebuah buku, setelah mendaftarkan sejumlah perubahan mendasar yang dibawakan kekristenan kepada dunia, seperti Kemajuan ilmu pengetahuan, Kebebasan bagi Perempuan, Kemerdekaan bagi para budak, Pelayanan kesehatan, lalu menyimpulkan: “Tanpa Kekristenan, dunia ini akan menjadi kegelapan.” Tentu tidak semua senang dengan kesimpulan itu, banyak yang akan menunjukkan bukti tentang hal-hal negatif yang dibawakan kekristenan. Tetapi tentu banyak yang mengakui pernyataan dan kebenaran dasar dalam statement tersebut.
Arah itu, menjadi kebaikan dan berkat, ditetapkan Tuhan bagi kita, umat-Nya, juga bagi kemanusiaan. Di dalam pertemuan ibadah Yahudi dengan unsur-unsur yang tetap ini: Pengakuan iman (Ul. 6:4-9), sesudah itu menyusul doa, dan lalu pembacaan Alkitab yang dilakukan dengan berdiri sebagai tanda penghormatan kepada Firman Allah, dengan pembacaan yang pertama diambil dari Taurat, yang kedua dari kitab para nabi, kemudian terhadap pembacaan itu ada yang memberi khotbah pendek, lalu ditutup oleh imam dengan doa dan berkat (Boland 1970, 92), Yesus diminta menyampaikan pembacaan dan khotbah.
Gulungan Kitab Yesaya diberikan kepada Yesus, dan Ia membukanya dan membacakan Yesaya 61:1-2 yang di dalamnya disisipkan satu baris dari Yes. 58:6 (Luk. 4:18-19). Pada saat itu belum ada penanggalan bacaan Liturgi (Kalender Liturgi) seperti kemudian hari hingga sekarang ini.
Melalui kata-kata nabi Yesaya, Yesus menyatakan diri sebagai Mesias Yang telah Diurapi dengan Roh Allah (Luk. 3:22) untuk tugas membawa kabar baik kepada orang-orang miskin, membawa kabar keselamatan Allah kepada orang-orang yang menderita, seperti akan dilakukan-Nya dalam Sabda-sabda Bahagia kepada orang-orang miskin (Luk. 6:20-21).
Atas dorongan Roh Tuhan, Yesus akan menghadirkan Zaman Mesias yaitu zaman di mana Allah akan mewujudkan di bumi keselamatan yang dari pada-Nya. Keselamatan itu merangkum berkat dan bahagia, baik secara jasmani dan rohani, baik secara lahiriah maupun batiniah. Jadi apabila dalam ayat-ayat ini dibicarakan tentang orang-orang miskin, tawanan-tawanan, orang-orang buta dan orang-orang tertindas, maka kita mengartikannya baik dalam arti yang sebenarnya maupun dalam arti kerohanian. Yesus memberi penglihatan bagi orang buta (Luk. 7:21-22; 18:35-43), dan juga membuka mata orang-orang kecil untuk melihat rahasia kerajaan Allah dan jati diri Yesus (bdk. Luk. 6:39,41-42; 8:10; 10:23-24; 18:43b). [JPS]
Inti Renungan: Tugas kita, panggilan kita, adalah membawa kabar baik kepada orang-orang miskin, membawa kabar keselamatan Allah kepada orang-orang yang menderita. Tanpa itu, tanpa kekristenan, sesungguhnya, dunia, kehidupan ini hanya akan menjadi kegelapan.
Lagu: KJ 343: 1-2 “Dunia dalam rawa paya”
Doa:
Tuhan teguhkanlah kami membawa misi kabar baik Tuhan kami Tuhan Yesus yang menerobos masuk ke dalam dunia untuk meneranginya. Jadikanlah kami pembawa kabar baik dan terang Tuhan. Amen.
0 Comments