Rabu, 7 Januari 2026

TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan: Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahankepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba. (Imamat 1:1-2)

Salah satu kebajikan dasar manusia modern adalah kemandirian, atau ketidak bergantungan kepada pihak lain. Sebuah tulisan esai klasik dari Ralph W. Emerson, Self-Reliance (Kemandirian), misalnya, menetapkan konsep itu, yakni kemandirian, sebagai salah satu kebajikan dasar orang Amerika. Hal ini tentulah baik. Orang didorong untuk mandiri, berdiri pada kaki sendiri, dan berjuang untuk membangun kesuksesan dengan kekuatan sendiri.

Tanpa meninggalkan konsep dan pengertian itu secara keseluruhan, tanpa menentangnya, melainkan mengusahakannya juga, kita tahu bahwa konsep umat yang percaya sebagaimana dihidupi di dalam Alkitab adalah Semakin seseorang bergantung pada Allah, semakin mandiri ia menjadi. Orang-orang yang paling bergantung pada Allah adalah mereka yang paling merdeka dari kendali dan paksaan eksternal, atau pun diri sendiri.

Walaupun kita saat ini tidak lagi mengikuti secara harfiah konsep ibadat korban hewan, tetapi makna dasar Kitab Imamat tentang liturgi kurban tetap kita anut yaitu kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Hidup menjadi hidup yang bermakna, penuh kekokohan, apabila kita memberikan hidup kita terarah kepada Tuhan. Apabila kita mendekat kepada Tuhan, mengarahkan diri kepada-Nya. Menyatukan diri kepada Allah yang esa dan kudus. Suatu hidup dengan ketaatan yang terus-menerus kepada Allah. Tanpa ketaatan tidak akan ada hidup yang kokoh, damai dan bermakna. [JPS]

Inti Renungan: Hidup yang kokoh, mandiri akan dirasakan, ditemukan dan dialami melalui hidup yang terarah kepada Tuhan, yang dipersembahkan kepada-Nya, yang mendekat dan menyatukan diri kepada-Nya, dengan ketaatan yang terus-menerus, dengan menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan.

Lagu: KJ 365b:1-2 “Tuhan, Ambil Hidupku” (Take my life and let it be).

Doa: Ya Tuhan, Engkau adalah Allah yang mencari kami. Cari dan temukanlah kami senantiasa, Tuhan. Hidup kami hanya akan penuh dan bermakna apabila kami bersama dengan Engkau. Terimalah kami menyatu dengan Engkau, menyatu dengan Firman-Mu. Sehingga kokoh dan penuh damai sejahtera dalam segala keadaan. Amen.

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *