BAHAN KHOTBAH

MINGGU “ROGATE” 25 MEI 2025

Pendahuluan

Sejarah pelayanan Yeremia mencakup kurun waktu selama 40 tahun, dari saat ia dipanggil pada tahun ke 13 pemerintahan raja Yosia (Thn 626 sM sampai jatuhnya Yerusalem thn 587 sM. Selama 40 tahun itu ia bernubuat pada pemerintahan 5 raja Yehuda terakhir, yaitu: (Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia). Waktu dia dipanggil Allah menjadi nabi, telah terjadi kemerosotan moral selama 60 thn di Yehuda, tentu telah banyak orang mendambakan pembaruan untuk mengakhiri kemerosotan moral tersebut melalui nubuatan Yeremia. Pada Yeremia pada pasal 29 ini  merupakan salah satu bagian penting dalam kitab Yeremia yang berisi surat Nabi Yeremia kepada orang-orang Yehuda yang telah dibuang ke Babel. Surat ini mengandung nasihat, peringatan, dan pengharapan bagi bangsa Israel yang sedang mengalami masa pembuangan.  Yeremia memiliki tujuan khusus kepada surat ini dituliskan :

Supaya tetap menjadi Anak Tuhan yang produktif

Yeremia mendorong mereka untuk menetap di Babel, membangun rumah, berkeluarga, dan mencari kesejahteraan kota tempat mereka tinggal (Yeremia 29:4-7).

  • Menerima makna dibalik pembuangan bangsa Israel.

Pembuangan mereka bukan saja merupakan faktor politik, namun Allah sedang memberikan mereka pengajaran penting tentang kesetiaan kepadaNya. Dan mengutamakan Tuhan diatas segala kehidupannya.

  • Supaya mereka juga teguh dan tidak goyah oleh ajaran palsu – Beberapa nabi palsu seperti Hananya menyebarkan harapan palsu bahwa pembuangan akan segera berakhir, tetapi Yeremia menegaskan bahwa mereka akan tinggal di Babel selama 70 tahun sebelum dipulihkan (Yeremia 29:8-9, 10).
  • Pentingnya pengarapan dan iman ditengah-tengah kesulitan – Allah berjanji untuk memulihkan umat-Nya setelah masa pembuangan berakhir, sebagaimana yang dinyatakan dalam Yeremia 29:11-14.

Penjelasan Nas.

Ayat 7 Perintah untuk tetap Memelihara kesejahteraan dan berdoa untuk kota itu

Perintah ini berasal dari Allah kepada bangsa Israel yang dituliskan dan dikirim oleh Yeremia. Surat ini dikirimkan saat bangsa Israel sedang ditawan dalam pembuangan Babilonia yaitu raja Nebukanezar (29:1). Pada pasal inilah Yeremia memberikan surat kepada Mereka yaitu Tua-tua , imam-imam, nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah di angkut. Menjadi cacatan bahwa yang diagkat ke Babilonia adalah mereka yang memiliki pengaruh besar misalkan juga para tukang, pemuka pemuka, maksud dari surat ini adalah supaya mereka mendirikan rumah, membuat kebun, mengambil Istri atau suami supaya bertambah banyak keturunan. Tujuan surat ini menjadi jelas sebab pembuangan mereka itu bukan waktu yang singkat, bahkan Allah ingin membentuk mereka menjadi bangsa yang bekerja keras. Tuhan tidak ingin bangsa itu berpangku tangan atau tinggal diam menerima nasibnya begitu saja dan hanya meratapi situasi yang ada. Mereka harus memulai kehidupan yang baru dalam situasi yang baru walaupun tidak nyaman.

Pembuangan itu terjadi akibat dari ketidak setiaan mereka terhadap Allah. Bangsa Israel telah bersundal dengan menyembah kepada allah-allah lain. Namun Allah begitu mengasihi bangsa Israel dengan cara membuang mereka dan menghancurkan Yerusalem. Namun disana Allah ingin mereka bertobat dan terus berjuang dalam kehidupanya. Diawali dari ayat 5 Allah memulai pesanya supaya “Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya”. Juga supaya mereka menjaga keutuhan jumlah mereka dengan menikahkan anak-anak mereka, serta memelihara kota tempat dimana mereka tinggal.

            Perintah Tuhan jelas pada ayat 7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Sejahtra (shalom) tidak cukup hanya sekedar damai, tanpa keribuatan, perang dan bahaya. Namun Shalom disini semua pengertian yang termaktum di dalamannya. Sehingga ketika Tuhan memerintahkan mensejahtrakan kota berarti orang buangan berusaha mencari atau mengusahakan kedamaian, kebaikan, kemakmuran, dan kesejahteraan diantara orang-orang asing. Bahkan bangsa Israel di ajak untuk mendoakan tempat dimana kamu tinggal.

Ayat 8 – 10 Rancangan 70 tahun pembuangan

Ditengah-tengah pembuangan itu ternyata iman mereka juga diganggu oleh pengajar – pengajar palsu termasuk penenung dan juga penafsir mimpi yang memberitahukan bahwa di waktu yang segera mereka akan dibebaskan oleh Tuhan, Petenung dan pengajar palsu itu mencoba mengecoh iman mereka sebab mereka menggunakan Nama Tuhan supaya bangsa itu percaya kepada mereka. Salah satu tujuan surat Yeremia itu adalah memberitahukan mereka bahwa Allah sedang bekerja untuk merestorasi hidup mereka dalam pembuangan itu. Rencana pembuangan selama 70 tahun bukanlah sebuah kekecaman dari Allah, namun seperti bejana yang dibentuk sesuai dengan Rencana Allah.

Janji Allah pada ayat 10 Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. 70 tahun menjadi penting bagi mereka untuk instropeksi diri apakah mereka benar-benar sudah berubah kepada Tuhan. Perubahan selalu diharapkan oleh Tuhan kepada umat yang Dia kasihi, bahkan Dia selalu menunggu itu. Allah akan setia dengan janjinya pada waktunya akan mengemblikan mereka ke tempat mereka berada yaitu Yerusalem.

Ayat 11 – 14 Rancangan Kebaikan dan pertobatan

ada perkataan yang sungguh menarik dari ayat 11 ini “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu” . Allah adalah perancang yang baik, bahwa rancangan bukanlah rancangan kegagalan. Alasan utama kenapa mereka mengalami perbudakan adalah karena mereka sedang masuk dalam rancangan Allah. Pembuangan itu adalah bagian dari rencana Allah bagi bangsaNya. Menariknya dari pembuangan itu bahwa Allah juga turut ikut campur di dalam kehidupa bangsa Israel, Allah tidak membiarkan mereka walau dalam hukuman. Rancangan  Allah adalah rancangan kebaikan dan pertobatan. Fokus utama bangsa Israel adalah menemukan Tuhan (mengalamai kebaikan/pertobatan) dalam pembuangan selama 70 tahun dan bukan untuk sekedar menerima hukuman serta menyalahkan Tuhan. Rancangan pembuangan ini ditandai dengan diruntuhkannya kota Yerusalem dan mengangkut semua para imam, nabi-nabi bahkan orang-orang yang berpengaruh di kota itu (29 : 1 – 3 ). Dipasal 30 Allah menubuatkan janji pemulihan itu dengan mengembalikan mereka ke Tanah Yerusalem untuk merdeka.

Renungan

Dari bahan khotbah ini kita dapat merenungkan beberapa hal,  pertama: Hari Minggu ini, kita telah sampai pada Minggu ROGATE= TETAPLAH BERDOA. Rogate, berawal dari perkataan Rogation-Rogatum, artinya: Meminta, Memohon atau Membujuk Tuhan. Hidup kita adalah hidup yang rindu akan pertolongan Tuhan, dan kita harus mengucap syukur kepadaNya serta tetap berdoa. Doa, adalah merupakan mata rantai penting untuk menerima berkat dan kuasa Allah, dan pengenapan dari janji-janjiNya. Doa merupakan hal penting bagi manusia, Doa seperti nafas hidup, komunikasi kepada Tuhan/dengan cara inilah kita dapat berbicara kepadaNya. Doa juga merupakan pengakuan, bahwa kita adalah milik Allah dan bentuk penyerahan diri penuh kepadaNya. Dengan berdoa berarti kita menggantungkan kehidupan kita. Dengan demikian kita pasti menerima berkatNya. Minggu Rogate ini juga sebagai minggu terakhir setalah kebangkitan Yesus, sebab Ia akan meninggalkan Murid-muridNya dan akan naik ke Sorga. Jadi kita diajak untuk merenungkan kembali pentingnya untuk berdoa dan juga mendoakan orang-orang yang membutuhkan kekuatan dan pertolongan.

Kedua : Allah adalah perancang yang baik dalam hidup kita, ada sebuah ungkapan Where has God called you to be-and for what purpose? “kemana Tuhan memanggilmu-apa tujuannya?”Kalimat di atas dapat menjadi perenungan awal lewat nas ini . Tuhan memanggil, sudah pasti memiliki tujuan. Walaupun panggilan dan tujuan itu tidak dapat kita mengerti dan pahami dengan cepat. Dan Tuhan membiarkan kita pada situasi tidak nyaman bahkan situasi nyaman sekalipun pasti memiliki tujuan. Perjalanan bangsa Israel pada tahap ini memasuki masa pembuangan di Babilonia. Bisa saja tempat itu membuat mereka ketidak nyamanan, namun Allah menggunakan berbagai hal mendatangkan kebaikan dan kesejahteraan bagi umatNya termasuk lewat sesuatu yang membuat kita tidak nyaman.  Saat ini dalam masyarakat yang semakin gelisah akan situasi yang semakin tidak menentu, orang Kristen perlu mendengar kembali panggilannya untuk apa?, dan kembali mendengarkan Tuhan. Kita dipanggil walaupun dalam masa penderitaan,  kita tetap kuat sebab Allah mendatangkan kebaikan dan rancangan Allah adalah rancangan sukacita. Dalam ini lah Tuhan Allah menguatkan bangsa Israel di dalam penderitan itu sebab Allah memiliki tujuan khusus (Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.)

Ketiga: Sebagaimana kehidupan akan diperhadapkan kepada  hal – hal baru, yang terkadang tidak terduga, baik suka dan duka. Demikianlah kita juga untuk tetap siaga, atau antara siap dan tidak, pergumulan itu akan segera menghadang. Firman Tuhan ini mengajak kita untuk selalu berdoa dan tetaplah produktif walapun dalam keadaan susah. Menjadi manusia yang terus mencari cara ataupun peluang di dalam iman. Selalu bertumbuh dalam kesulitan yang menghimpit. Yeremia menyuruh mereka untuk membangun rumah, menikah, dan bahkan mendoakan kesejahteraan kota di mana mereka dibuang. Ini menunjukkan bahwa dalam situasi sulit, umat Allah dipanggil untuk tetap setia, berakar, dan menjadi berkat—bukan hanya menunggu dalam kepahitan. Jika mengalami pembuangan atau tempat dimana kita tidak menerima damai sejahtera justru demikianlah kita dipanggil Allah untuk menjadi pembawa damai sejahtera kota itu. Mendoakan dan mengusahakan kesejahteraan kota itu akan membuat kita juga mengalami kenyamanan.

Keempat : Kita diajak untuk bertahan dan menemukan makna dalam setiap prosesnya. Demikianlah bangsa Israel mengalamai penindasan/pembuangan selama 70 tahun, dimana Allah merancang perubahan dan iman kepada Tuhan. Allah tidak lepas kendali terhadap situasi seperti itu sebab Allah hadir sebagai perancang dan penuntun (Bnd. Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Amin

Categories: Bahan Khotbah

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *