“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya ia menguji aku , aku akan timbul seperti emas” (Ayub 23:10).
Emas merupakan batu permata yang paling indah. Benda ini menempuh berbagai macam pemurnian hingga mencapai keindahan yang sempurna. Cara pemurnian emas ditempuh lewat proses pembakaran. Emas dibakar dengan suhu yang sangat tinggi sampai cair. Setelah cair, kotoran-kotoran yang melekat pada emas seperti karat, debu dan logam-logam lain akan mudah dipisahkan dan disingkirkan. Proses ini terus dilakukan berulang-ulang sampai pada akhirnya diperoleh emas yang benar-benar murni, bebas dari segala kotoran dan unsur logam lainnya.
Demikianlah iman yang diperoleh Ayub. Imannya ditempa dengan ujian hidup yang sulit serta menyakitkan. Segala sesuatu yang dimilikinya habis, anak-anaknya meninggal dunia, harta kekayaannya habis, teman-teman dan sahabat karibnya meninggalkan, bahkan mempersalahkan dia. Istrinya pun mendorong dia untuk menghujat Allah. Namun, dalam penderitaan Ayub tidak goyah dan tetap percaya kepada Allah. Ia pun akhirnya mengalami kemenangan dan Allah menggantikan apa yang telah hilang dua kali ganda. Ayub menyadari bahwa apa yang ia alami adalah sebuah proses pengujian iman dari Allah.
Dalam hidup ini kita seringkali mengalami permasalahan dan penderitaan. Namun, bertahanlah dari berbagai kesakitan dan penderitaan itu, bahkan bersyukurlah. Ingatlah! Pada saatnya nanti, Anda akan penuh sukacita kepada Tuhan karena sudah diizinkan menempuh proses pemurnian yang tidak saja berguna bagi hidup saat ini, tapi juga bagi kehidupan kekal yang akan datang. (JS).
Lagu: KJ. 408
DOA: Ya Roh Kudus, ajar kami bertahan dalam setiap ujian hidup yang kami alami. Amin.
Kata-kata Bijak:
“Ujian membuat Anda kuat. Kegagalan membuat Anda rendah hati. Tantangan membuat Anda bertahan. Hidup menyebabkan Anda maju dan bertumbuh.” – Kemi Songule.