Senin, 22 Desember 2025

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur (Mazmur 127:2).

Di zaman yang serba cepat dan kompetitif ini, kita sering kali merasa harus terus bekerja keras tanpa henti. Kita bangun pagi-pagi, tidur larut malam, memeras tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tapi ayat ini datang sebagai tamparan lembut: apakah semua jerih lelah kita benar-benar menghasilkan damai dan berkat, atau justru membuat kita kehilangan makna hidup yang sesungguhnya? Mazmur ini mengajak kita merenung: bahwa usaha manusia, sekeras apa pun, akan menjadi sia-sia jika dilakukan tanpa bergantung kepada Tuhan.

Ayat ini ditulis oleh Salomo, seorang raja bijaksana yang dikenal kaya dan berkuasa. Namun bahkan Salomo menyadari satu hal penting: berkat sejati tidak datang hanya dari usaha manusia, tetapi dari tangan Tuhan. Frasa “sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur” tidak berarti kita tidak perlu bekerja, tapi mengajarkan bahwa Tuhan mampu memberkati bahkan ketika kita tidak sedang berusaha karena kasih dan anugerah-Nya. Tuhan bekerja bahkan ketika kita beristirahat.

Bayangkan seorang anak kecil yang berusaha keras membawa ember berisi air, tapi air itu tumpah dan embernya terlalu berat. Ayahnya datang dan berkata, “Nak, biar Ayah yang angkat.” Tapi si anak menolak, ingin membuktikan bisa sendiri. Akhirnya, dia kelelahan dan menangis. Saat itulah ayahnya mengangkat ember itu dan berkata, “Kalau dari awal kamu serahkan ke Ayah, kamu tidak akan capek begini.” Begitu pula dengan kita. Tuhan ingin kita menyerahkan kekhawatiran dan usaha kita kepada-Nya. Dia sanggup memikul beban kita, bahkan ketika kita sedang tidur. AMH

Renungan:

Percayakah Anda kepada Tuhan dengan sepenuh hati ? Apa yang selalu merintangi Anda dalam memelihara kesetiaan Anda beriman kepada Tuhan ?

Doa: (KJ. No. 446:1-2)

Terima kasih karena Engkau mengingatkan saya bahwa hidup ini bukan hanya tentang kerja keras, tetapi tentang kebergantungan kepada-Mu.  Ketika tidurpun, Engkau tetap bekerja. Ketika saya lelah, Engkau tetap kuat. Saya serahkan seluruh hidup dan pekerjaan saya ke dalam tangan-Mu. Amin!

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *