KAMIS, 15 OKTOBER 2026
Kami telah berbuat dosa; lakukanlah kepada kami segala sesuatu yang baik di mata-Mu; hanya tolonglah kiranya kami sekarang ini! (Hakim-Hakim 10:15)
John Newton (1725–1807) adalah pelaut Inggris yang kemudian menjadi pendeta Anglikan dan penulis syair himne Amazing Grace. Ia mulai terlibat dalam perdagangan orang Afrika yang diperbudak sekitar 1744–1745. Pada saat itu, dia bekerja sebagai pedagang di pesisir Afrika Barat pada 1745–1747, lalu menjadi perwira dan kapten kapal pengangkut orang-orang yang diperbudak. Ia berhenti berlayar pada 1754.
Bertahun-tahun kemudian, Newton mengakui keterlibatannya secara terbuka dan mendukung gerakan penghapusan perdagangan budak. Cowper & Newton Museum mencatat bahwa ia meninggalkan perdagangan itu pada 1754 dan kemudian berkontribusi pada gerakan penghapusan perbudakan.
Israel juga mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan: “Kami telah berbuat dosa.” Mereka memohon pertolongan, tetapi kisah itu tidak berhenti pada permohonan. Ayat berikutnya menyebutkan bahwa mereka menyingkirkan ilah-ilah lain dan kembali beribadah kepada Tuhan. Urutan ini menjadi jembatan penting: pertobatan bukan hanya mengakui kesalahan saat sedang kesusahan, tetapi juga bersedia meninggalkan jalan yang menjauhkan kita dari Tuhan.
Kita pun dapat datang kepada Tuhan dengan jujur, tanpa menyembunyikan kesalahan atau mencari pembenaran. Kita boleh memohon pertolongan-Nya, sambil bertanya: perubahan apa yang perlu mulai kita lakukan? Mungkin kita perlu memperbaiki hubungan, berhenti melakukan sesuatu yang merugikan orang lain, atau meminta maaf dan bertanggung jawab atas tindakan kita. Pertobatan tidak membeli kasih Tuhan; pertobatan adalah tanggapan kita terhadap Tuhan yang mendengar dan mengundang kita kembali.
Nyanyian: KJ 40:1-2 “Ajaib Benar, Anugerah”
Doa:
Ya Tuhan, aku mengakui kesalahanku dan memohon pertolongan-Mu. Beri aku keberanian untuk meninggalkan jalan yang salah, bertanggung jawab atas tindakanku, dan kembali hidup seturut kehendak-Mu. Amin. [IH]
0 Comments