KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan karena kita sudah memasuki tahun 2025, dalam doa dan harapan tahun ini menjadi tahun rahmat bagi kita semua warga GKPI dimana pun kita berada. Tahun 2025 ini GKPI akan melaksanakan program penting melaksanakan tahun Renstra 2025: Merencanakan Pertumbuhan, melakukan Periodisasi di Jemaat-jemaat/Resort dan melaksanakan Sinode Am Periode (SAP) XXIV-2025 untuk menetapkan Fungsionaris GKPI Periode 2025-2030.
Tahun Renstra 2025: Merencanakan Pertumbuhan, merupakan akhir dari pelaksanaan Renstra tahap II (2020-2025) yang bertujuan sebagai PERKUATAN untuk mencapai visi GKPI: Menjadi Persekutuan, Penyembahan dan Persembahan kepada Tuhan. Kami mengharapkan supaya semua warga GKPI dari tingkat Jemaat hingga Sinode memberi perhatian yang lebih serius menggumuli, mencatat dan melaksanakan tahun Renstra tahun 2025: Merencanakan Pertumbuhan. Tema ini hendaknya tidak dipahami sebagai mimpi belaka atau tidak hanya sebatas ide melainkan melangkah untuk mengawali terjadinya sebuah pertumbuhan di Jemaat, Resort dan Sinode. Pertumbuhan yang dimaksud bukan fisik tetapi lebih mengarah kepada pertumbuhan rohani, yang mencakup kedewasaan bersekutu di dalam kasih dan pemahaman yang benar mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup kepada Tuhan (Roma 12:2) melalui keterlibatan aktif dari semua warga Jemaat dalam pelayanan gereja.
Untuk membantu Jemaat, Resort memahami tahun Renstra 2025 Pimpinan Sinode akan mengirimkan Kerangka Acuan Renstra GKPI – 2025 yang sudah diputuskan Sidang Majelis Sinode (SMS) – X di Pematangsiantar. Kami menghimbau semua pelayan dan warga satu hati, satu kasih, satu tujuan (Filipi 2:2) melaksanakan tahun Renstra 2025 tersebut. Kami juga meminta supaya semua Jemaat, Resort melaksanakan Periodisasi sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan dan dilaksanakan dengan penuh kasih persaudaraan. Periodisasi tersebut akan dilaksanakan pada Maret-Juni 2025. Kami juga memintakan agar seluruh warga Jemaat GKPI mendoakan agar pelaksanaan Sinode Am Periode (SAP) XXIV GKPI pada minggu kedua Oktober 2025 dapat terlaksana dengan baik. Tuhan kiranya memberkati semua warga GKPI dimana pun berada.
Pematangsiantar, 04 November 2024
PIMPINAN SINODE
Bishop Sekretaris Jenderal
Pdt. Abdul Hutauruk, M.Th Pdt. Dr. Humala Lumbantobing, M.Th
Pendahuluan
Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) telah berusia 60 tahun. Usia yang penting untuk disyukuri sebab Tuhan memakai dan menyertai GKPI untuk memberitakan Injil keselamatan di tengah dunia ini. Dalam usia yang cukup matang ini Rencana Strategi (Renstra) GKPI 2015-2030 menetapkan tahun 2025 dengan tema besar “Merencanakan Pertumbuhan.”
“Merencanakan Pertumbuhan” dapat menimbulkan pertanyaan. Apakah GKPI selama 60 tahun ini tidak bertumbuh? “Merencanakan pertumbuhan” bukan berarti GKPI tidak bertumbuh. Namun gereja atau umat percaya dituntut untuk selalu bertumbuh, berkembang, dan berbuah banyak. Perjanjian Baru sangat jelas mengatakan bahwa Allah menghendaki agar setiap orang percaya memiliki kedewasaan iman. Rasul Paulus berkata dalam Efesus 4: 14-15, “sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Tujuan akhir dari pertumbuhan rohani adalah supaya makin serupa dengan Kristus.
Pertanyaan utama adalah: Bagaimana pertumbuhan rohani itu dapat terjadi? Hal itu harus didasarkan kepada kesatuan dalam Kristus. Hanya mereka yang tinggal dalam Kristus, maka mereka akan berbuah. Yesus berkata dalam Yohanes 15:4: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama serpti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. “ Seturut dengan itu kesatuan dalam Kristus harus juga harus dinampakkan dalam persekutuan dengan sesama. Kita tidak dapat bertumbuh dalam keterpisahan dengan orang lain; kita bertumbuh dalam konteks persekutuan. Kita dapat menemukan hal ini berkali-kali dalam Perjanjian Baru khususnya dalam Ibrani 10: 24-25, “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” Allah menginginkan kita bertumbuh dalam satu persekutuan keluarga.
Sebagai bukti bahwa kita berjalan dalam terang adalah kita memiliki “persekutuan seorang dengan yang lain” (1 Yoh. 1:7). Yesus juga mengajarkan bahwa jika kita tidak memiliki persekutuan dengan saudaramu, ibadahmu itu tidak bernilai (lih. Mat 5: 23-24). Orang Kristen tidak dapat memiliki persekutuan dengan Allah bila ia tidak bersekutu dengan orang-orang percaya pada waktu yang sama. Kualitas hubungan seseorang dengan Kristus dapat dilihat dalam kualitas hubungan dengan orang lain.
Dengan demikian yang bertumbuh tidak hanya terlihat dalam hal pertambahan jumlah warga (kuantitatif) dan pertambahan atau peningkatan sarana fisik (gedung ibadah dan perangkat pendukungnya, serta berbagai aset lain), melainkan juga – bahkan terutama – pertumbuhan persekutuan yang berkualitas (kualitatif). Pertumbuhan persekutuan yang berkualitas akan berpengaruh kepada pertumbuhan kuantitatif (kehadiran jemaat, perkembangan sarana-prasarana, dll.)
Pelaksanaan Program
Berdasarkan pemahaman tersebut maka pada tahun 2025 program GKPI akan difokuskan Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang menginjili ke dalam dan ke luar. Menginjili tidak terbatas pada pemberitaan firman Tuhan, tetapi menyangkut banyak hal, antara lain memuji Tuhan dengan nyanyian yang dilakukan di lingkungan gereja dan kunjungan ke gereja lain. Meningkatkan pemahaman firman Tuhan kepada anggota gereja dan lingkungan gereja. Perkunjungan ke dalam dan ke luar lingkungan gereja, terutama bagi jemaat yang berbeban berat. Lebih terinci pelaksanaan Renstra GKPI 2025 memuat 5 bagian besar program sbb.:
- Meningkatkan persekutuan antar jemaat setelah selesai ibadah minggu.
| No | Kegiatan | Metode Pendekatan | Penanggungjawab |
| 1 | Minum kopi/teh atau makan bersama. | Majelis Resort/Jemaat menginisiasi kedekatan sesama anggota jemaat saat minum atau makan bersama.Mereka tersebar di antara anggota jemaat | Penatua, Majelis Jemaat / Resort |
| 2 | Mendatangi jemaat yang berbeban berat/sakit. Mendoakan dan menguat kan mereka. | Bisa secara pribadi tanpa perlu diketahui khalayak ramai | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 3 | Membantu meringankan beban jemaat | Menanyakan masalah, mencari solusi, dan mendoakan mereka. | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 4 | Membuat buku Induk Jemaat atau data base | Mengadakan pencatatan ulang keanggotaan jemaat | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
- Meningkatkan pemberitaan firman Tuhan ke dalam dan keluar lingkungan gereja
| No | Kegiatan | Metode Pendekatan | Penanggungjawab |
| 1 | Menumbuh kembangkan kebaktian sektor | Mengajak anggota jemaat membaca, merenungkan dan melaksanakan firman Tuhan, karena pertumbuhan rohani sangat ditentukan oleh kesediaan menkonsumsi susu yang murni dan yang rohani, yaitu Firman Tuhan (1 Pet. 2:2). | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 2 | Menyiapkan penetua/evangelis untuk memberitakan firman Tuhan di masing-masing kategorial | Bisa dalam bentuk pertemuan rutin/penelaahan Alkitab/belajar Alkitab. | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 3 | Melibatkan Anggota Jemaat dalam Pelayanan | Bisa dalam bentuk, penerimaan jemaat (Usher), seksi tamu, doa syafaat, mengumpulkan persembahan, dll. | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 4 | Menyiapkan para penatua/evangelis memberitakan firman Tuhan di luar lingkungan Gereja | Mencari tempat pelayanan baru di luar Gereja, antara lain : penjara, para buruh, para sopir, pedagang kaki lima, gelandangan, dll | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
- Meningkatkan eksistensi atau kehadiran gereja ditengah-tengah masyarakat
| No | Kegiatan | Metode Pendekatan | Penanggungjawab |
| 1 | Mendiskusikan isu-isu hangat yang berkembang di masyarakat dan mendiskusikannya dari perspektif Alkitabiah | Majelis Resort/Jemaat mempelajari dan menentukan isu- isu penting yang akan dibahas | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 2 | Melaksanakan kegiaatan-kegiatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin, tertindas dan sengsara | Berdasarkan hasil rapat dan kesepakatan Majelis Resort/Jemaat | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 3 | Membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana baik untuk anggota jemaat dan yang bukan anggota jemaat | Mengumpulkan persembahan khusus | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 4 | Mengupayakan keterlibatan warga jemaat dalam memelihara lingkungan | Penelitian atau pengamatan tentang kerusakan lingkungan | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
- Membuat ibadah kreatif berdasarkan kondisi dan lingkungan gereja
| No | Kegiatan | Metode Pendekatan | Penanggungjawab |
| 1 | Membuat ibadah kreatif yang terbuka untuk umum (tidak terbatas pada anggota jemaat) | Bagi Jemaat yang lokasi gerejanya di tengah-tengah kota dapat menyiapkan acara ibadah pada hari Jumat (bersamaan dengan sembahyang Jumat, yang beragama Kristen dapat beribadah di gereja atau mungkin sifatnya persekutuan antar umat Kristen ). | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 2 | Membuat ibadah bagi anggota jemaat yang berhalangan hari minggu karena alasan pekerjaan. | Menghubungi para pekerja yang lokasi kerjanya dekat dengan gereja. Mengajak mereka beribadah di luar hari minggu. | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 3 | Membuat kebaktian alternatif pemuda | Mengajak pemuda bersama-sama menentukan ibadah yang sesuai dengan perkembangan zaman | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
- Meningkatkan pemahaman„memberi dan melakukannya‟ (Matius 25:40 )
| No | Kegiatan | Metode Pendekatan | Penanggungjawab |
| 1 | Workshop “Kemurahan hati” | Menghimbau kepada Jemaat Khusus, Resort, dan Wilayah untuk melaksanakan “workshop kemurahan hati” | Korwil, Pendeta Resort, Jemaat Khusus, Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 2 | Pendeta/Majelis/Penatua/Evangelis/ pengerja Gereja memberi contoh memberi lebih baik dari menerima. | Menghimbau pendeta dan hamba Tuhan untuk mudah memberi | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
| 3 | Mengajak anggota jemaat untuk melakukan perbuatan kasih | Mengajak anggota jemaat untuk saling peduli dan mengasihi | Penatua, Majelis Jemaat/Resort |
Untuk pelaksanaan program utama tersebut (tanpa mengabaikan program lainnya sesuai kebutuhan Jemaat dan Resort), maka Pimpinan Sinode mengajak semua pelayan dan warga Jemaat, mulai dari tingkat Sinode, Wilayah, Resort, dan Jemaat supaya melaksanakan program renstra ini dengan baik. Untuk lebih terinci, pelaksanaan Renstra GKPI 2025diuraikan sbb.:
- Tema : MERENCANAKAN PERTUMBUHAN (2025)
Sub Tema : Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya ( 2 Petrus 3: 18)
- Tujuan
- Agar seluruh pelayan semakin dekat dan peka terhadap keadaan jemaat GKPI dengan meneladani Tuhan Yesus sebagai Gembala yang Baik.
- Meningkatkan keterlibatan warga jemaat dalam pelayanan.
- Meningkatkan kehadiran warga jemaat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan gerejawi.
- Meningkatkan kerelaan dan kemurahan hati jemaat dalam memberi persembahan.
- Hasil yang diharapkan:
- Para pelayan semakin giat dalam melakukan perkunjungan.
- Meningkatnya kehadiran jemaat dalam mengikuti setiap kegiatan gereja
- Jemaat semakin mengerti dan memahami arti dan makna memberi dengan murah hati.
- Warga jemaat semakin banyak terlibat dalam pergumulan masyarakat sehingga masyarakat sekitar semakin merasakan kehadiran gereja.
- Setiap jemaat memiliki buku Induk atau data base yang berisikan data-data warga jemaat dengan lengkap.
- Peserta/Kelompok Sasaran:
Pelayan dan warga di semua aras GKPI.
- Metode Pelaksanaan:
- Mengirim Kerangka Acuan program Renstra Oktober – November 2024 ke Resort dan Jemaat Khusus.
- Mensosialisasikan program.
- Melaksanakan pelatihan-pelatihan pertumbuhan, memberi persembahan, dan gereja di tengah masyarakat.
- Melaksanakan program tersebut ditingkat Jemaat/Resort/Wilayah/Sinode.
- Mengevaluasi pelaksanaan program memelihara dan memedulikan jemaat-jemaat.
e.1. Evaluasi ditingkat jemaat dilakukan oleh Majelis Jemaat; Evaluasi ditingkat Resort dilakukan oleh Majelis Resort; Evaluasi ditingkat Sinode dilakukan oleh Majelis Sinode.
e.2. Laporan Evaluasi ditingkat Resort dan Jemaat Khusus dilaporkan kepada Korwil masing-masing untuk selanjutnya diteruskan ke Pimpinan Sinode GKPI
- Penyelenggara Kegiatan:
- Di tingkat Sinode penyelenggara kegiatan adalah Pimpinan Sinode dan Jajarannya.
- Di tingkat Wilayah penyelenggara kegiatan adalah Korwil dan BKS Wilayah.
- Di tingkat Resort penyelenggara kegiatan adalah Majelis Resort dengan dan atau mengangkat kepanitiaan.
- Di tingkat Jemaat penyelenggaraan kegiatan adalah Majelis Jemaat dengan dan atau mengangkat kepanitiaan.
- Waktu dan tempat:
- Oktober – November 2024, Panduan/Acuan Program dikirim ke Korwil, Resort dan Jemaat Khusus.
- November 2024 – Februari 2025 sosialisasi program.
- Maret – Oktober 2025 pelaksanaan program
- November – Desember 2025, evaluasi program dan pemberian penghargaan.
- Pendanaan:
- Pelaksanaan Program “MERENCANAKAN PERTUMBUHAN” di Kantor Sinode dibiayai oleh Kantor Sinode.
- Pelaksanaan Program “MERENCANAKAN PERTUMBUHAN” di Wilayah dibiayai semua Resort dan Jemaat Khusus yang tergabung dalam wilayah tersebut.
- Pelaksanaan Program “MERENCANAKAN PERTUMBUHAN” di Resort dan Jemaat Khusus dibiayai oleh Resort dan Jemaat Khusus itu sendiri.
- Pelaksanaan Program “MERENCANAKAN PERTUMBUHAN” di Jemaat dibiayai oleh Jemaat itu sendiri.
- Pendanaan untuk pelaksanaan program renstra tersebut supaya dimasukkan dalam RAPB-2025 masing-masing aras.
Keterangan Logo:
Rencana Strategis (Renstra) 2015-2030 menetapkan tema pelayanan GKPI tahun 2025 adalah “MERENCANAKAN PERTUMBUHAN.” Dan pada Sidang Majelis Sinode (SMS) X menetapkan program yang akan dilaksanakan di semua aras pelayanan di GKPI.
Pimpinan Sinode GKPI telah menetapkan Logo Tahun Pelayanan “MERENCANAKAN PERTUMBUHAN-2025” seperti yang tertera di atas. Dengan keterangan sebagai berikut:
- Tunas Pohon berwarna Hijau melambangkan pertumbuhan. Dengan harapan GKPI bertumbuh secara rohani (kualitatif) dan secara jumlah (kuantitatif).
- Pohon Hijau memiliki tiga helai daun, melambangkan salib Kristus dan Trinitatis. GKPI memberitakan keselamatan melalui Yesus Kristus dan berjalan dalam ajaran yang benar berdasarkan Trinitatis.
- Tangan melambangkan tubuh Kristus yakni Gereja yang terdiri dari berbagai latar belakang tetapi satu di dalam Tubuh Kristus. Dan banyak tangan juga melambangkan kebersamaan setiap warga GKPI dapat mewujudkan GKPI sebagai gereja yang bertumbuh dalam iman.
Penutup
Demikianlah kerangka acuan pelaksanaan program Renstra GKPI 2025 ini disampaikan, kiranya melalui pelaksanaan program tersebut kehidupan berjemaat di GKPI semakin terpelihara dan bertumbuh dalam kepedulian untuk kemuliaan nama TUHAN.
Pematangsiantar, 4 November 2024
PIMPINAN SINODE
Bishop Sekretaris Jenderal
Pdt. Abdul Hutauruk, M.Th Pdt. Dr. Humala Lumbantobing, M.Th
0 Comments