Jumat, 06 November 2026
Kata Yesus: ”Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” (Lukas 18:27)
Kata “mungkin” bagi Allah berarti selalu ada jalan keluar, selalu ada pemulihan, dan selalu ada harapan baru. Namun, ketika kata “mungkin” diperhadapkan dengan manusia, kata itu sering kali mengandung ketidakpastian. Manusia berkata, “Mungkin saya berhasil,” “Mungkin penyakit ini sembuh,” “Mungkin masalah ini selesai,” atau “Mungkin besok akan lebih baik.”
Semua itu masih dibayangi keraguan karena manusia dibatasi oleh kemampuan, pengetahuan, waktu, dan keadaan. Tetapi “mungkin” yang keluar dari mulut Allah memiliki makna yang sama sekali berbeda. Bagi Allah, tidak ada keterbatasan yang dapat menghalangi pekerjaan-Nya. Apa yang mustahil menurut kita sebagai manusia justru menjadi kesempatan bagi Allah untuk menyatakan kuasa-Nya. Laut Merah dapat terbelah, tembok Yerikho dapat runtuh, orang mati dapat dibangkitkan, orang berdosa dapat diselamatkan dan semuanya itu “mungkin” bagi Allah.
Karena itu, jika kesuliatan membuat kita menyerah, dan putus asa bukanlah akhir bagi orang percaya, sebab Allah sanggup membuka jalan yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia. Di saat dunia berkata, “Tidak ada harapan lagi,” Tuhan berkata, “Bagi-Ku tidak ada yang mustahil.”
Lagu: KJ 439:1 “Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu”
Doa: Ya Tuhan, teguhkan iman kami untuk tetap percaya kepada kuasa-Mu. Saat jalan terasa buntu, mampukan kami berharap, sebab tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Amin. [JONA]
0 Comments