Sabtu, 03 Oktober 2026
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. (Keluaran 20:12)
Di zaman now ini, muncul sebuah pandangan baru yang cukup radikal di tengah masyarakat tentang bakti anak pada orang tua. Ada yang berpendapat bahwa anak sebenarnya tidak memiliki kewajiban untuk berbakti pada orang tuanya, karena anak tidak pernah meminta untuk dilahirkan ke dunia. Bahkan, argumen paling ekstrem menyatakan bahwa anak itulah yang seharusnya dibahagiakan. Pandangan ini seringkali lahir karena banyak anak di masa kini menjadi korban dari ketidaksiapan atau ketidakpedulian orang tua, ditambah lagi dengan himpitan beban ekonomi sebagai sandwich generation yang harus menanggung ekonomi keluarga. Sebagai umat percaya, kita tentu bertanya secara kritis, “Argumen itu tampak masuk akal secara logika dunia, tapi bagaimana seharusnya iman Kristen menyikapi fenomena ini?”
Firman Tuhan pada saat ini mengajak kita untuk melihat bagaimana pertama kali hukum yang diturunkan dalam mengatur umat percaya dalam menghormati orang tua. Dalam proses keluaran dari Mesir, bangsa Israel dihadapkan pada Dekalog yang mengatur kehidupan umat secara peraturan moral sipil. Tujuannya adalah agar fondasi bangsa pilihan menjadi terstruktur, karena orang tua dipandang dalam hukum itu sebagai wujud representasi Allah di tengah umat. Hal ini diperkuat oleh pandangan Martin Luther yang dalam katekismus kecil menegaskan jangan memandang remeh orang tua, malah harus mengasihi mereka dengan pernghormatan yang tulus. Karenanya, hakikat relasi orang tua dan anak adalah kudus karena diikat oleh kasih Allah.
Marilah kita komitmen untuk mendengarkan firman Tuhan yang menunjukkan relasi kudus dan mulia di antara orang tua dan anak. Hiduplah dalam kasih Allah sehingga ikatan orang tua dan anak semakin kuat di tengah disrupsi zaman now. Pada akhirnya, keluarga kita akan menjadi kokoh di atas firman Tuhan sekuat apapun goncangannya. Sebab, orang tua dan anak-anak saling mengasihi. Terlebih, anak-anak diberikan janji Tuhan bahwa hidup mereka diliputi damai sejahtera Allah bagi yang tetap menunjukkan rasa hormat di tengah kelemahan yang ditunjukkan orang tua mereka.
Menghormati orang tua di zaman now bukan sekadar tuntutan sosial, melainkan panggilan iman yang kudus untuk merawat kasih Allah di dalam keluarga.
PKJ 289:1-2 “Keluarga Hidup Indah”
Doa :
Ya Allah Bapa di surga, terima kasih atas firman-Mu yang mengingatkan kami kembali tentang arti penting menghormati orang tua. Ampunilah kami jika di tengah tuntutan zaman, kami seringkali gagal menunjukkan kesabaran serta rasa hormat pada mereka. Tolonglah kami oleh Roh Kudus-Mu untuk senantiasa berkomitmen tetap menghormati orang tua kami sebagaimana perintah-Mu. Amin. [ThS]
0 Comments