Jumat, 19 Desember 2025

Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka (Yeremia 31:34).

Di tengah dunia modern yang serba digital dan informatif, pengajaran tentang Tuhan dapat dengan mudah kita temukan di mana-mana dari ruang kelas sekolah minggu, mimbar gereja, media sosial, hingga video khotbah online. Akses terhadap pengetahuan rohani begitu luas dan cepat. Namun, kita perlu bertanya lebih dalam: Apakah pengenalan kita akan Tuhan hanya sebatas informasi, atau sudah menjadi pengalaman pribadi yang mengakar dalam hati? Ini adalah pertanyaan penting, karena Tuhan tidak puas hanya dikenal secara intelektual. Ia merindukan sebuah hubungan yang intim, nyata, dan personal dengan setiap manusia hubungan yang melampaui pengetahuan kognitif dan menyentuh seluruh aspek kehidupan kita.

Yeremia 31:34 adalah bagian dari nubuat luar biasa tentang Perjanjian Baru yang akan Allah buat dengan umat-Nya. Janji ini menandai pergeseran radikal dalam cara manusia mengenal Allah. Di bawah Perjanjian Lama, hukum Allah ditulis pada loh batu dan disampaikan oleh para imam, nabi, dan ahli Taurat. Hubungan dengan Allah seringkali bersifat tidak langsung, bergantung pada perantara. Namun, Allah menjanjikan sesuatu yang baru: “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka” (Yer. 31:33). Artinya, hukum Allah tidak lagi hanya menjadi dokumen eksternal, melainkan menjadi bagian dari diri manusia ditanamkan langsung ke dalam hati dan nurani kita. Dalam konteks ini, Yeremia 31:34 menyatakan bahwa: “Tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN!”. “Tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN!”

Sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” Pengampunan adalah fondasi dari relasi yang baik dengan Allah. Sebelum manusia dapat mengenal Tuhan secara pribadi, penghalang dosa harus disingkirkan. Melalui kasih karunia-Nya, Tuhan mengambil inisiatif untuk menghapus ingatan akan dosa kita, sehingga kita dapat mendekat kepada-Nya tanpa rasa takut, malu, atau terhukum. Ini adalah inti dari Injil: melalui Kristus, dosa kita diampuni, dan kita dibawa masuk ke dalam hubungan yang baru dan hidup dengan Allah.

Renungan:

Apakah Anda telah membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan ?

Doa: KJ. No. 362 :1-2

Doa: Terima kasih karena Engkau mengampuni kesalahan kami dan tidak lagi mengingat dosa kami. Tolong kami, ya Tuhan, untuk mengenal-Mu lebih dalam setiap hari—bukan hanya lewat kata orang, tetapi lewat pengalaman pribadi bersama-Mu. Amin!

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *