Kamis, 01 Oktober 2026

Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. (Kejadian 6:8)

Setiap harinya, kita seolah sudah “kenyang” mengonsumsi berita-berita negatif di berbagai media. Perilaku korupsi dan nepotisme seolah dinormalisasi, perkataan kasar bebas meluncur di ruang publik, serta penegakan hukum bagi para pemilik kekuasaan tumpul. Kondisi ini sering kali memicu sikap apatis di tengah masyarakat. Semuanya tampak berlomba-lomba mengeruk keuntungan tanpa mengindahkan norma. Ketika penegak hukum turut terseret dalam arus ketidakadilan, kepercayaan publik pun runtuh. Masih adakah mereka yang menunjukkan integritasnya di pusaran yang tampak keruh itu? Kemungkinan, masih ada. Mereka ini jarang tampil di ruang publik karena integritas diri yang terjaga sering menjadi musuh bersama oleh orang yang tidak menjaga integritasnya. Walaupun begitu, hidup mereka pasti diisi dengan damai sejahtera, karena isi rumahnya bukanlah hasil dari perbuatan yang jahat.

Firman Tuhan saat ini mengajak kita untuk optimis melihat masih ada orang baik di setiap zamannya, termasuk Nuh. Di saat orang lain sudah terbiasa dengan kejahatan di tengah kehidupannya, Nuh menjadi anomali saat itu. Nuh tetap menjaga kekudusan hidupnya dan keluarganya agar tetap berkenan di hadapan Allah. Sebagai ganjarannya, Allah memelihara kehidupan Nuh dan keluarganya, karena Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

Marilah kita hidup dengan tetap menjaga integritas diri, yaitu hidup yang sesuai dengan firman Tuhan. Janganlah tergoda untuk berlaku curang, sekalipun hal itu tampak sudah menjadi sesuatu yang biasa di lingkungan sekitar kita. Jadilah bagian dari Kabar Sukacita Terang di tengah keruhnya dunia yang terlihat saat ini. Pada akhirnya, kita dan keluarga kita akan mendapat kasih karunia di mata Tuhan, sekalipun dunia mungkin menolak kita.

Di tengah dunia yang seperti sudah menormalisasi kejahatan, menjaga integritas dan kekudusan hidup adalah pilihan iman agar kita terus beroleh kasih karunia di mata Tuhan.

KJ40:1-2 “Ajaib Benar Anugerah”

Doa :
Ya Allah Tritunggal, mampukanlah kami melalui Roh Kudus-Mu untuk tetap teguh menunjukkan hidup yang sesuai dengan firman-Mu, meskipun dunia di sekitar kami memilih jalannya sendiri. Biarlah integritas kami yang mungkin tidak penting bagi dunia boleh mendatangkan kasih karunia-Mu. Amin. [ThS]

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *