Minggu, 08 November 2026
Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. (Yehezkiel 18:21) (Yehezkiel 18: 21-29)
Ada sebuah ungkapan yang populer di tengah bangsa Israel: “Bapa-bapa makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu” (Yeh. 18:2). Mereka merasa bahwa penderitaan yang dialami merupakan akibat dari kesalahan generasi sebelumnya. Melalui Yehezkiel, Allah mengingatkan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri di hadapan-Nya.
Memang, kesalahan seseorang dapat membawa dampak bagi generasi berikutnya, kita tidak bisa membantahnya. Kekerasan, kebencian, ketidakadilan, dan pola kehidupan yang tidak sehat dapat diwariskan melalui pengalaman keluarga dan lingkungan. Tetapi, seseorang tidak harus terus hidup dalam pola yang sama. Masa lalu bukanlah penentu mutlak masa depan.
Allah memberikan kesempatan untuk bertobat dan berubah. Bahkan, orang yang merasa dirinya sudah benar pun tetap dipanggil untuk memelihara kebenaran. Pertobatan bukanlah peristiwa sekali jadi, melainkan kesediaan untuk terus memperbarui kehidupan. Allah sendiri menjanjikan hati yang baru (Yehezkiel 36:26).
Maka dari itu, jangan gunakan masa lalu sebagai alasan untuk membenarkan kesalahan hari ini. Jangan pula merasa bahwa masa lalu membuat kita tidak mungkin berubah. Anugerah Allah selalu membuka jalan bagi kehidupan yang baru.
Inti Firman : Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi bersama anugerah Allah, kita dapat memilih jalan yang berbeda hari ini dan mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Nyanyian : PKJ 15 : 1 “Kusiapkan Hatiku Tuhan”
Doa : Berikanlah kami hati yang baru, keberanian untuk meninggalkan kebiasaan yang buruk, serta hikmat untuk memilih jalan yang benar. Tolonglah kami agar tidak mewariskan kebencian, ketidakadilan, dan luka kepada generasi berikutnya, melainkan mewariskan kasih, kebenaran, dan kehidupan yang berkenan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. [RH]
0 Comments