SELASA, 13 OKTOBER 2026

Takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah-allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang Sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. (Yosua 24:14)

Pada 1947, Corrie ten Boom berbicara di sebuah gereja di Munich tentang pengampunan Allah. Seusai acara, seorang mantan penjaga penjara Ravensbrück menghampirinya. Ravensbrück adalah pusat penahanan Nazi di Jerman, terutama bagi perempuan. Corrie dan kakaknya, Betsie, pernah ditahan di sana. Bahkan, Betsie meninggal di tempat itu. Ketika penjaga penjara tersebut meminta pengampunan, Corrie bergumul berat. Dalam kesaksiannya, ia menceritakan bahwa setelah berdoa, ia akhirnya mengulurkan tangan dan memaafkannya.

Kisah Corrie bukan berarti luka harus dianggap ringan atau kejahatan dibenarkan. Namun, pergumulannya memperlihatkan bahwa iman dapat diuji ketika kita harus memilih tindakan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, meski terasa berat. Di sinilah kisah itu bertemu dengan pesan Yosua: kesetiaan kepada Tuhan bukan hanya diucapkan, melainkan dihidupi dalam pilihan nyata.

Yosua menyampaikan ajakan itu ketika bangsa Israel memperbarui komitmen mereka kepada Tuhan. Ia meminta mereka beribadah dengan tulus dan setia, serta menyingkirkan ilah-ilah lain. Bagi kita, ilah-ilah lain itu mungkin bukan patung, melainkan apa pun yang mengambil tempat utama di hati, misalnya keinginan untuk selalu diterima, mengejar keberhasilan dengan mengorbankan kejujuran, atau mengandalkan harta sebagai sumber rasa aman, bahkan hasrat untuk selalu berkuasa dan menguasai. Nas ini mengajak kita memeriksa kembali siapa yang sungguh kita layani.

Ajakan firman Allah yang disampaikan Yosua pada saat ini meneguhkan kita untuk melayani Tuhan dengan segenap hati. Dalam pilihan sehari-hari, termasuk pilihan yang sulit sekalipun, Tuhan menolong kita hidup dengan setia, jujur, dan penuh kasih.

Nyanyian: KJ 376:1 “Ikut Dikau saja Tuhan”

Doa:
Ya Tuhan, tolong aku menyembah dan melayani-Mu dengan tulus. Tunjukkan hal-hal yang mengambil tempat-Mu dalam hatiku, dan tuntun aku untuk memilih jalan-Mu dalam perkataan dan perbuatanku. Amin. [IH]

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *