Rabu, 16 September 2026

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10).

Dalam sebuah teori kepemimpinan, pemimpin pada level yang tidak tinggi pun sudah berpikir demikian: “Bahwa para karyawan itu menginginkan lebih dari sekadar upah yang adil untuk pekerjaan yang mereka lakukan; mereka lebih menginginkan dorongan dan penghargaan, dan saya memberikan hal itu kepada mereka.” (John C. Maxwell).

Terdapat perbedaan sangat mendasar antara Yesus dan gembala lain yang ibarat pencuri dan perampok, atau gembala sebagai orang upahan yang bukan pemilik. Teks Yoh. 10 mengandaikan adanya gembala yang tidak baik.

Di zaman Yesus, ada Herodes Antipas misalnya, yang tidak menggembalakan rakyatnya dengan baik. Ia hanya mementingkan dirinya sendiri. Ia kurang disukai orang Yahudi karena memihak kepentingan kaisar Romawi. Maka terdapat gairah orang banyak akan Yesus dilandasi harapan akan seorang pemimpin yang lebih memperjuangkan kepentingan umat.

Yohanes 10: 1-21 adalah bagian yang melanjutkan kontroversi atau perselisihan Yesus dengan para pemimpin agama Yahudi yang menekankan hubungan khusus antara Yesus dan umat beriman. Kontroversi itu menggunakan jenis sastra “alegori” yaitu persamaan yang membandingkan satu realitas dengan realitas lain dalam berbagai seginya.

Di dalam ayat 10 kita melihat pekerjaan gembala terhadap domba digunakan untuk menggambarkan karya eskatologis Allah dalam kehidupan umat. Yehezkiel 34 berperan sebagai latar belakang perbedaan antara pemimpin yang palsu dan gembala yang baik (dalam hal ini Daud, Yeh. 34:23), dan juga Allah dalam karya penebusan-Nya.

Yesus dipertentangkan dengan pencuri (ay. 10). “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup” berarti bahwa kehadiran Yesus membawa kehidupan, berlawanan dengan apa yang dibawa oleh pencuri, dan “memberinya secara berkelimpahan” mengingatkan konsep dari pengharapan eskatologis akan karunia yang dibawa oleh Yesus, kekayaan yang penuh dari kehidupan.

Marilah kita mengikuti kepemimpinan Yesus yang mempunyai komitmen radikal kepada umat-Nya, yang memperjumpakan komunitas kepada kasih Tuhan, keselamatan yang dari Tuhan; yang membawa kebaikan, dorongan dan penghargaan kepada orang lain; yang menanggungjawabi keluarga kita, orang yang kita pimpin, orang yang kita tanggungjawabi, diri kita, dengan perhatian, kasih dan keadilan yang dari Tuhan.   

Lagu:  KJ 413: 1-3 “Tuhan Pimpin Anakmu”

Doa: Ya Tuhan, gembalakanlah kami menjadi pemimpin-pemimpin yang memimpin dengan tanggungjawab, yang memberikan dorongan dan penghargaan kepada orang lain, yang memperjumpakannya kepada kasih Yesus Kristus. Amin. _[JPS]_

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *