SELASA, 6 OKTOBER 2026

Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orangsebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Akulah Tuhan. (Imamat 19:18)

Salah satu keunikan budaya di Indonesia ialah terdapat masyarakat adat yang sangat ketat dalam penerapan nilai leluhur. Tidak jarang nilai-nilai itu membentuk sikap ekslusif yang berujung pada pemisahan diri dari peradaban yang lebih luas. Satu sisi keputusan itu menunjukkan kekayaan sekaligus kesetiaan hidup, tetapi sisi lainnya membuat manusia terpisah dari ruang sosial yang lebih beragam. Bahkan lebih jauh dapat membentukketerpisahan ekstrem dengan menganggap orang lain lebih buruk.

Sebaliknya, Allah memilih bangsa Israel bukan untuk memisahkan mereka dari bangsa-bangsa lain, tetapi untuk menjadi wajah Allah bagi yang lain. Imamat 19 berada dalam tradisi hukum kekudusan Israel. Israel dipanggil menjadi umat yang kudus karena Allah mereka kudus (19:2). Artinya, kekudusan Allah mendahului kekudusan umatNya. Dengan kata lain, menjadi kudus bukan berarti terpisah dari dunia yang lebih luas. Justru kekudusan selalu memiliki wajah sosial bersama yang lain. Salah satu bagian penting dari kehidupan bersama yang lain itu ialah saling mengampuni dan mengasihi. Sebab di sanalah kekudusan yang Allah berikan dapat terbentuk dan terwujud. 

Mungkinkah menjadi komunitas Allah dalam gereja justru membuat kekudusan Allah tidak terlihat? Dapat dijumpai dalam gereja justru membentuk komunitas-komunitas kecil yang saling membandingkan. Imamat 19:18 menjadi refleksi untuk membangunkan kembalipanggilan Allah bagi umat-Nya. Memegang tradisi gereja bisa saja wujud kesetiaan, tetapi perlu diwaspadai agar tidak jatuh pada kekudusan buta. Hati yang menolak hadir bagi yang lain, menolak porses pengampunan dan mengasihi sesama bisa membuat kekudusan Allah dalam umatNya tidak terlihat. Sebaliknya, umat-Nya dipanggil hidup kudus bersama yang lain. Allah sebagai sumber kekudusan dan sosial adalah wadah pengudusan itu terjadi.

Nyanyian Kidung Jemaat: KJ 426 – “Kita Harus Membawa Berita”

Doa: 
Ya Allah yang maha kudus. Engkau lah yang menguduskan umatMu. Tindakan kami bukanlah menghasilkan kekudusan, tetapi kekudusanmu menguatkan kami untuk bertindak bagi sesama. Berikanlah umatMu hikmat dan kekuatan untuk terus belajar ditengah dunia yang melukai kekudusanMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. [NFT]

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *