Minggu, 4 Januari 2026

Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. (Yohanes 1:16).

John Newton lahir pada tanggal 24 Juli 1725. Di usianya yang baru 4 tahun dia sudah bisa menghafal dasar-dasar pengajaran katekisasi dan lagu-lagu himne. Ibunya seorang yang rajin beribadah dan tekun membimbing Newton dengan sungguh-sungguh. Tetapi, malang bagi Newton, ia tidak bisa lama menikmati kasih sayang dari seorang ibu. Ibunya meninggal karena menderita penyakit Tuberkolosis saat Newton berusia 7 tahun. Tidak lama setelah kematian ibunya, ayahnya kemudian menikah lagi dan mempunyai anak. Newton kemudian melanjutkan pendidikan di sebuah sekolah yang sebenarnya tidak disukainya. Dia terpaksa harus mengikuti kemauan ayahnya namun tidak lama kemudian keluar karena ayahnya menganggap sekolah yang diikuti oleh Newton kurang baik kualitasnya. Newton yang seharusnya mendapatkan pendidikan formal dan menikmati masa kecilnya dengan bermain bersama teman sebayanya diajak ayahnya untuk pergi melaut.

John Newton pergi berlayar bersama ayahnya dengan sebuah kapal dagang. Tak lama setelah ayahnya pensiun, Newton terpaksa bekerja di sebuah kapal perang. Akan tetapi, karena menghadapi kondisi yang tak tertahankan, ia pun melarikan diri, kemudian memohon agar dipindahkan ke sebuah kapal budak yang akan segera berlayar ke Afrika.

Kemudian, Newton tanpa perasaan ikut melakukan perdagangan manusia, dan akhirnya ia menjadi kapten kapal. Pada tanggal 10 Mei 1748 terjadilah titik balik dari kehidupannya. Kapalnya mengalami badai yang hebat dan menakutkan. Ketika kapal itu hampir tenggelam, Newton berteriak keras-keras, “Tuhan, kasihanilah kami!” Pada malam itu di kabinnya, ia mulai merenungkan belas kasih Allah. Melalui iman akan pengurbanan Kristus untuknya, John Newton dapat mengalami kasih karunia Allah yang luar biasa secara pribadi. Akhirnya, ia pun meninggalkan bisnis perdagangan budak dan memasuki pelayanan kristiani. Ia menjadi pemberita Injil. Ia aktif memberitakan kasih Tuhan. Meskipun ia sangat aktif dalam berkotbah, ia kemudian justru lebih dikenang karena kidung pujian yang diciptakannya. Diantaranya lagu Amazing Grace. Lagu ini merupakan kesaksian menakjubkan dari pengalamannya sendiri. Dalam salah satu syair lagu tersebut Newton berkata:

Ajaib benar anugerah
pembaru hidupku!
‘Ku hilang, buta, bercela;
olehnya ‘ku sembuh.

Newton mengungkapkan bagaimana, sebagai umat Tuhan kita sesungguhnya kita tidak layak dan penuh dengan kekurangan, tetapi Allah sangat mengasihi kita, sehingga dari kasih karuniaNya hidup kita diubahkan dan dilayakkan. [PS]

Renungan:

Allah sangat mengasihi hidup kita sehingga kita dihampiri-Nya dan kita yang menyambut-Nya mengalami hidup kita diubahkan, diteguhkan serta diperlangkapi sehingga menjadi suatu hidup yang bermakna, penuh damai sejahtera.

KJ No. 40 “Ajaib Benar Anugerah”

Doa: Ya Bapa yang Maha Pengasih, kami bersyukur untuk kasih karunia-Mu yang melimpah dalam kehidupan kami. Sesungguhnya, kami tidak layak menerima anugerah dan kasih-Mu, tetapi Engkau mengampuni dan menerima kami di dalam kasih-Mu. Terpujilah Engkau ya Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amen.

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *