Rabu, 30 September 2026

Dalam segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doa itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus. 
(Efesus 6:18)

Kehidupan doa di zaman teknologi dan informasi yang berkembang demikian pesat dewasa ini seolah mulai terpinggirkan. Pekerjaan modern yang berbasis digital menuntut para pegawai korporat memiliki produktivitas tinggi tanpa henti. Akibatnya, batas antara jam kerja dan istirahat seringkali menjadi kabur. Ponsel harus tetap aktif mengikuti pergerakan pekerjaan (always-on culture). Puncaknya, kita berpotensi mengalami kelelahan mental yang luar biasa (burnout). Persekutuan dengan Tuhan yang biasanya menjadi benteng spiritualitas terakhir terpinggirkan demi sesuatu yang disebut budaya kerja nyata. Ketika ini terjadi, kita harus waspada terhadap kekeringan iman dan menjadi riskan tinggal di dalam kekhawatiran yang tidak pastinya setiap hari.

Firman Tuhan saat ini mengajak kita belajar dari nasihat rasul Paulus kepada jemaat di Efesus tentang kewaspadaan rohani. Pada saat itu, kehidupan umat percaya dikaburkan oleh manifestasi kuasa dunia yang mengandalkan kebahagiaan semu. Kekuatan diri menjadi sesuatu yang lebih penting daripada menyadari kuasa penyertaan Tuhan. Akibatnya, kehidupan beriman umat percaya di Efesus mulai surut. Untuk itu, Paulus menegaskan agar jemaat Efesus tetap berdoa dalam Roh sembari berjaga-jaga. Doa syafaat juga dinaikkan bagi orang-orang kudus, yaitu setiap orang yang telah menerima kuasa penebusan dosa dari Kristus. Sehingga, seluruh umat tetap hidup di dalam identitas anak-anak Allah.

Marilah kita senantiasa memelihara kehidupan doa yang teratur di tengah kesibukan hari-hari kita. Berdoalah di dalam Roh setiap waktu agar kita memiliki perisai rohani di tengah kilau dunia yang menyesatkan. Andalkanlah Tuhan dalam setiap pekerjaan, sehingga kesadaran untuk terus bertaut kepada-Nya menjadi kebutuhan hidup kita. Pada akhirnya, kita tidak akan terseret atau dipermainkan oleh arus dunia, karena Allah senantiasa menjaga dan membentengi umat-Nya yang tekun berseru kepada-Nya.

Di tengah deru arus dunia yang melelahkan, doa di dalam Roh adalah perisai spiritualitas yang menjaga jiwa kita tetap terlindung di dalam Tuhan.

KJ 460:1 “Jika Jiwaku Berdoa”

Doa :
Ya Allah Tritunggal, terima kasih atas firman-Mu yang dengan lembut mengingatkan kami betapa seringnya karena kesibukan, pekerjaan, dan tuntutan dunia, kami menjadi lalai untuk bersekutu bahkan sekadar berdoa kepada-Mu. Ampunilah kelalaikan kami ini, ya Tuhan. Mampukanlah kami melalui Roh Kudus-Mu untuk terus berjaga-jaga dan tekun berdoa di setiap waktu. Amin. [ThS]

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *