Senin, 19 Januari 2026

Tetapi kata Rut: “Jangan desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikut engkau, sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.” (Rut 1 : 16)

Belajar dari sebuah ilustrasi yang menggambarkan perjalanan hidup di mana setiap manusia memiliki beban hidup dan beban itu dapat digambarkan sebagai salib yang harus dipikul (Mat.11:29). Banyak orang hanya fokus kepada beban yang menimpanya tanpa memahami tujuan dari pada beban itu hadir dalam hidupnya. Dalam cerita ini, ada 3 orang dalam satu perjalanan yang memikul beban yang sama yaitu salib. Mereka bertiga tidak mengerti apa tujuannya sehingga di sepanjang perjalanan tentu mereka selalu berpikir sebab itu pasti melelahkan. Terkadang beban yang kecil sekalipun dipikil dalam waktu yang lama, pasti akan melelahkan, apalagi memikul beban yang berat dalam perjalanan jauh. Selanjutnya, salah satu dari mereka memotong salib itu sehingga menjadi pendek dan ringan, dan dia dengan mudah berjalan dan meninggalkan yang dua orang lagi. Akan tetapi di tengah perjalanan, terdapat sebuah jurang kecil yang harus dilalui dengan membuat salib itu menjadi jembatan untuk menyeberang, sehingga yang memotong salib tadinya tidak dapat melanjutkan perjalan dan tinggal di tepi jurang.

Kisah Rut dan Orpa yang menerima kebaikan dari mertuanya Naomi sehingga Rut melihat bahwa mertuanya layak menerima balas budi darinya. Yang walaupun Naomi membujuk mereka untuk kembali kepada orang tua mereka serta dapat memulai hidup yang baru sebab mereka masih muda. Akan tetapi Rut dan Orpa tidak dapat membayangkan berpisah dengan ibu mertuanya yang baik hati nan saleh. Namun Orpa tidak bertahan lama dia memilih kembali kepada orang tuanya. Hal yang dapat direnungkan bahwa keinginan yang kuat tanpa disertai dengan pertimbangan yang mantap, biasanya menghasilkan kepetusan yang mudah goyah. Adalah baik bagi kita untuk mengetahui kemungkinan terburuk yang harus kita hadapi, sehingga setiap apa yang kita putuskan sungguh-sungguh bisa terus bertahan di dalam hati. Kita harus mengambil keputusan untuk tetap teguh berjalan dan bertekun. Demikian juga kesetiaan kita mengikut Kristus harus lebih erat serta bertekad bahwa tidak akan ada apa pun yang memisahkan kita dari pada-Nya, sebab Kristus sungguh amat baik bagi kita. Kita harus senantiasa menambatkan jiwa kita dengan ikatan janji untuk tidak merusak keputusan iman ini, serta bernazar bahwa kita akan tetap melekat pada-Nya. [JMP]

Kutipan Renungan: Kesetiaan kita mengikut Kristus harus lebih erat serta bertekad bahwa tidak akan ada apa pun yang memisahkan kita dari pada-Nya, sebab Kristus sungguh amat baik ;bagi kita.

Lagu: KJ. 370 “Ku Mau Berjalan dengan Jurus’lamatku” // BE. 149 “Ho Tongtong Ihuthononku”

Doa: Ya Bapa, jadikalah kami menjadi pengikut setia-Mu dan berikan kami hati yang kuat ketika kami diperhadapkan dengan berbagai pencobaan sehingga iman kami tetap teguh. Sebab kami yakin bahwa tidaklah lebih besar kuasa maut dari pada kuasa-Mu yang akan membebaskan kami. Amin.

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *