Kamis, 17 September 2026

Beginilah firman TUHAN: “Sekalipun mereka utuh dan begitu banyak jumlahnya, tetapi mereka akan hilang terbabat dan mati binasa; sekalipun Aku telah merendahkan engkau, tetapi Aku tidak akan merendahkan engkau lagi.” (Nahum 1:12).

Bagaimanakah mendekati Kitab Nahum yang banyak didominasi oleh kemarahan dan kekerasan? Ada yang menyatakan seperti ini: bahwa Allah yang tidak menghukum orang jahat bukanlah Allah yang baik. Baiklah kita fokus kepada perenungan tentang kemahakuasaan Allah.

“Mereka akan hilang terbabat dan mati binasa”: Perkataan dalam Nah. 1:12 ini ditujukan kepada Niniwe, ibukota Asyur, untuk menentang kecongkakannya. Tuhan menjanjikan Yehuda bahwa bangsa Asyria tidak dipakai untuk menindas dan mempermalukan mereka lagi.

Ada satu pesan. Kejatuhan Niniwe, meskipun dahulu digunakan sebagai alat murka Allah terhadap umat perjanjian (bdk. Yes. 10:5–16), merupakan suatu tindakan keadilan ilahi. Asyur telah menjarah bangsa-bangsa dan mencabik-cabik mereka seperti mangsa demi memuaskan kerakusannya. Sekarang, pada gilirannya, Asyur sendiri akan dijarah dan menjadi mangsa bagi bangsa lain. Allah akan melaksanakan pembalasan terhadap Niniwe. Kehancuran sang penindas akan mendatangkan sukacita bagi umat Allah dan bagi semua orang yang telah menderita akibat kekejaman Asyur.

Nahum telah dikritik karena kegembiraannya yang tanpa batas atas kejatuhan musuh dan karena tidak adanya kritik yang sepadan terhadap bangsanya sendiri (bandingkan dengan Yeremia, yang hidup sezaman dengannya). Namun, nubuatnya sebenarnya hanya dimaksudkan untuk menyampaikan satu pernyataan: Allah yang setia tidak meninggalkan Yehuda, umat-Nya.

Musuh tidak akan berkuasa untuk selama-lamanya; hukuman itu akan berakhir. Sebagaimana dahulu Allah membebaskan mereka yang diperbudak oleh Mesir, demikian pula sekarang Allah akan membebaskan mereka yang ditindas oleh Asyur.

Kata-kata Nahum sesungguhnya tidak boleh dibaca hanya untuk menentang Asyur, melainkan untuk menentang penindasan; bukan menentang Niniwe, melainkan menentang kejahatan. Allah tidak hanya berpihak kepada orang-orang miskin di Yehuda pada zaman dahulu, dan tidak hanya kepada orang-orang Israel yang diperbudak pada masa lampau. Ia memiliki kepedulian terhadap semua orang miskin, semua orang yang tidak memiliki tempat tinggal, semua orang yang terusir, dan semua orang yang tertindas, di setiap zaman dan di setiap tempat.

Inilah Kabar Baik yang diberitakan kitab Nahum. Amin.

Lagu: KJ 62: 1-4 “Allahkulah Kuatku dan Mazmurku”

Doa:. Ya Tuhanku, Engkau selalu hadir, Allahku tanpa awal, tanpa akhir, siapa menandingiMu? Amin. [JPS]

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *