Sabtu, 07 November 2026
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. (Ayub 19:25)
Pengakuan ini lahir bukan dari kehidupan yang tenang, melainkan dari pergumulan yang berat. Ayub telah kehilangan harta, anak-anak, kesehatan, bahkan kehormatannya. Orang-orang yang seharusnya menghibur justru menuduhnya. Akan tetapi Ayub tidak meninggalkan Tuhan, malah Ayub tetap berkata, “Aku tahu: Penebusku hidup.”
Ayub tidak memahami mengapa semua itu terjadi. Ia tidak memiliki jawaban atas setiap pertanyaan yang memenuhi pikirannya. Namun, ia mengenal Allah yang dipercayainya. Iman Ayub tidak bertumpu pada keadaan yang baik, melainkan pada Pribadi yang tetap hidup dan berkuasa. Sering kali kita berharap Tuhan segera mengakhiri pergumulan kita. Akan tetapi jika pergumulan itu belum berlalu, hati mulai dipenuhi keraguan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa pengharapan orang percaya tidak bergantung pada situasi, tetapi pada Tuhan yang tidak pernah berubah.
Di dalam Yesus Kristus, kita mengenal Penebus yang dinubuatkan Ayub. Ia telah mati dan bangkit untuk memberikan pengharapan yang tidak akan pernah lenyap. Karena itu, seberat apa pun pergumulan yang kita hadapi, marilah tetap memegang pengakuan iman ini: Penebusku hidup. Selama Dia hidup, selalu ada harapan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Amin.
Lagu: KJ 388:1 “S’lamat di Tangan Yesus”
Doa: Ya Tuhan, teguhkan iman kami untuk tetap percaya bahwa Penebus kami hidup. Dalam setiap pergumulan, penuhi hati kami dengan pengharapan, kekuatan, dan damai sejahtera. Amin. [JONA]
0 Comments