Selasa 03 November 2026
Karena sungguhpun kami menjadi budak, tetapi di dalam perbudakan itu kami tidak ditinggalkan Allah kami. Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat kelegaan untuk membangun rumah Allah kami dan menegakkan kembali reruntuhannya, dan diberi tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem. (Ezra 9:9)
Yang menjadi kebiasaan manusia hari ini sering menilai seseorang dari apa yang dia miliki, bukan karena siapa dia. Orang yang banyak uang meski jahat lebih dihargai dari pada si miskin yang baik hati. Tuan dengan jabatan tinggi meski sering korupsi masih dipuja puji dari pada si pelayan rendahan yang jujur itu. Demi reputasi yang menggiurkan ini manusia sering kali diperbudak nafsu kedagingan lalu memperbudak orang lain.
Perbudakan yang dialami bangsa Israel pada ayat ini tidak jauh beda dengan kondisi kita hari ini, akibat dari kesalahan kita yang tidak mengindahkan Firman Tuhan sehingga kita menjadi terbuang dalam perbudakan. Setiap orang yang menjadikan uang sebagai tuannya, maka dia akan menjadi hamba uang. Maka demi uang, mencuri hak hak dari orang lain bahkan hak hak dari orang miskin pun ia lakukan dengan sadarnya.
Firman ini menjadi menjadi harapan bagi kita semua hari ini, ada Tuhan yang mampu memerdekakan kita dari semua perbudakan itu, sebagaimana Allah mampu memulangkan bangsa Israel dari perbudakan itu, kita pun telah menerima anugerah pembebasan melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib. Mari pulang dari tanah perbudakan itu, bangun kembali puing-puing yang runtuh sebagai mana bangsa Israel pulang dangn membangun kembali Bait Allah, maka kita pun kembali membangun diri kita menjadi tempat kediaman-Nya. Amin.
Lagu: KJ 435:1 “Ketika Tuhanku Disalib”
Doa: Ya Tuhan, bebaskan kami dari segala perbudakan dosa. Mampukan kami hidup setia, membangun kembali hidup sebagai bait kediaman-Mu yang kudus demi kemuliaan-Mu senantiasa sepanjang hidup kami. Amin. [JONA]
0 Comments