Sabtu, 31 Oktober 2026

Karena engkau menyesal dan merendahkan diri di hadapan Allah ketika mendengar firman-Nya terhadap tempat ini dan penduduknya, dan karena engkau sudah merendahkan diri di hadapanKu, mengoyak pakaianmu dan menangis di hadapanKu, maka Aku pun telah mendengarnya demikianlah firman Tuhan (2 Tawarikh 34: 27)

Hampir setiap hari bisa kita lihat di media sosial orang-orang yang dihakimi oleh warga ketika tertangkap dan ketahuan melakukan tindakan kejahatan. Ketika orang-orang tersebut di masa perkataan minta ampun dan minta maaf selalu terucap dari bibirnya. Bahkan tidak jarang kita dengar kata menyesal mereka sampaikan. Pada akhirnya mereka dipenjara sesuai kejahatannya. Namun tidak jarang kita melihat juga bahwa para pelaku kejahatan itu setelah keluar dari penjara masih tetap melakukan kejahatan yang berbeda bahkan kejahatan yang sama. Artinya ucapan penyesalan yang pernah diucapkan tidak melahirkan pertobatan yang nyata.

Pertobatan atau metanoia adalah perubahan perilaku yang dilakukan seseorang yang telah menyadari segala kesalahannya hari ini dan pada masa lampau. Orang yang bertobat bukanlah orang yang mengucapkan aku salah lewat perkataan semata, tetapi harus dibuktikan lewat tindakan yang nyata. Seorang raja Yosia dalam firman ini menyadari kesalahannya, dan akhirnya dia sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan. Maka ketika kita katakan aku bertobat, perkataan itu harus dibarengi dengan tindakan nyata. Tindakan nyata itu tidak hanya sehari atau seminggu tapi harus terbukti sampai raga ini meninggalkan dunia ini.

Refleksi: Sesungguhnya orang yang bertobat adalah orang yang benar-benar meninggalkan dosanya dan hidup benar sesuai kehendak Tuhan.

Lagu:KJ. No. 29:1-2

Doa:  Ya Bapa ajari kami supaya kami melakukan pertobatan kami dengan sungguh-sungguh sebagaimana yang Engkau kehendaki. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin. [RPS]

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *