A. Sasaran Strategis
Sasaran strategis GKPI dalam Renstra Tahap III diarahkan untuk membangun pelayanan yang berakar pada teologi misi yang utuh dan kontekstual. Penginjilan dan misi dipahami sebagai dua dimensi yang saling
melengkapi: penginjilan mewartakan Kristus secara pribadi, sedangkan misi menghadirkan kasih, keadilan, dan rekonsiliasi Allah dalam kehidupan manusia dan ciptaan. Karena itu, tujuan utama GKPI adalah menumbuhkan iman melalui pewartaan Injil sekaligus mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah lewat karya kasih yang nyata.
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi GKPI untuk
merumuskan strategi penginjilan yang kontekstual dan misi yang holistik,yang mengintegrasikan kesaksian iman dengan transformasi sosial, pendidikan, kesehatan, perdamaian, dan pelestarian lingkungan. Dengan
dasar teologi misi yang kuat, GKPI ditegaskan sebagai missional church, gereja yang tidak hanya berbicara tentang kasih Allah, tetapi juga menghidupinya secara nyata.
Dalam menghadapi konteks sosial dan tantangan era digital, sasaran strategis ini menjadi pedoman teologis dan praktis bagi seluruh aras gereja: Sinode, Resort, Jemaat Khusus, hingga Jemaat, untuk menegaskan identitas GKPI sebagai gereja yang bersaksi, melayani, dan mentransformasi dunia melalui kasih Allah Tritunggal. Oleh karena itu, Sasaran Strategis Renstra Tahun 2026 ini dijelaskan berikut ini.
1.Merumuskan Teologi Misi yang membingkai Renstra Tahap III.
Teologi Misi GKPI harus mencerminkan Allah yang bukan hanya berkuasa, tetapi juga rela menjadi rapuh dalam Kristus demi menjangkau dunia dengan kasih. Pemahaman ini menuntun gereja untuk tidak sekadar melakukan penginjilan, tetapi menjadi kesaksian Kristus melalui persekutuan yang ramah, inklusif, dan memuliakan Allah Tritunggal. Mengacu pada dokumen Lutheran World Federation, yaitu Mission in Context: Transformation, Reconciliation, Empowerment, penginjilan dan misi dipahami sebagai satu kesatuan karya Allah Tritunggal. Penginjilan mewartakan kabar baik tentang penyelamatan dalam Kristus; misi menghadirkan kasih dan keadilan Allah melalui tindakan nyata. Dalam penginjilan, gereja berbicara; dalam misi, gereja bertindak — keduanya tak terpisahkan.
Karena itu, penginjilan yang sejati harus berakar dalam semangatmisi, dan setiap tindakan misi harus menjadi wujud nyata dari berita Injil. Inilah panggilan gereja masa kini: mewartakan Kristus lewat perkataan dan perbuatan yang memancarkan kasih Allah bagi dunia.
2. Merumuskan dan melaksanakan misi yang holistik, kontekstual, dan adaptif.
Arah misi GKPI harus mengintegrasikan pewartaan Injil dengan pelayanan nyata bagi manusia dan seluruh ciptaan, mencakup dimensi sosial, ekologis, dan ekonomi. Misi tidak hanya bersifat verbal dan spiritual, tetapi juga kontekstual dan transformatif: mewujudkan keadilan sosial, kepedulian ekologis, serta pemberdayaan ekonomi umat. Di tengah perubahan dunia yang cepat, GKPI dipanggil menampilkan misi yang inklusif dan adaptif tanpa kehilangan inti Injil. Dengan demikian, misi GKPI menjadi tanda kasih Allah Tritunggal yang mendamaikan dunia (2 Korintus 5:19) dan membangun relasi adil antara manusia, sesama, dan alam ciptaan, sebagai wujud kasih Allah yang hidup dan berbelarasa di tengah dunia.
3. Meneguhkan GKPI sebagai Gereja dalam Misi (Missional Church) di Era Digital.
GKPI dipanggil untuk memahami dirinya sebagai gereja yang diutus, bukan hanya mewartakan kasih Allah tetapi juga menghadirkannya melalui transformasi kehidupan, pemanfaatan teknologi secara etis, serta kolaborasi lintas wilayah dan generasi. Tahun 2026 menjadi landasan untuk membangun identitas GKPI sebagai gereja yang transformatif, inklusif, dan berakar pada kasih Allah yang hidup di tengah dunia.
4. Melakukan pemetaan internal secara menyeluruh dan digital.
Pemetaan mencakup identifikasi potensi jemaat, karunia rohani, sumber daya manusia, dan aset gereja. Pemetaan ini perlu berbasis sistem data sinodal terpadu yang melibatkan Jemaat dan Resort, guna memperkuat koordinasi, akuntabilitas, serta partisipasi dalam pelayanan. Pangkalan data (database) ini akan menjadi dasar analisis strategis untuk penginjilan, pelayanan sosial, dan pengembangan GKPI di masa depan, terutama pada Tahap III 2026-2030 ini.
B. Logo
Logo Renstra GKPI Tahap III Tahun 2026 merupakan representasi visual dari panggilan teologis dan arah strategis Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) untuk menjadi Gereja dalam Misi (Missional Church), gereja yang mewartakan Injil Kristus sekaligus menghadirkan kasih Allah secara nyata di tengah dunia.
Setiap elemen dalam logo ini memiliki makna simbolis yang mencerminkan identitas, misi, dan arah pelayanan GKPI dalam kerangka Renstra 2026–2030.

Makna yang terkandung dalam logo tersebut antara lain:
- Salib Biru Tua (Kristus Pusat Misi)
a. Melambangkan Kristus sebagai pusat seluruh pelayanan GKPI.
b. Warna biru tua mencerminkan iman, kedalaman spiritual, dan kesetiaan kepada Injil.
- Bola Dunia Biru Muda (Misi Global dan Ciptaan Allah)
a. Menunjukkan bahwa misi gereja mencakup seluruh dunia dan seluruh ciptaan.
b. Warna biru muda menggambarkan damai sejahtera dan kasih Allah yang universal. - Panah Hijau (Pertumbuhan, Arah, dan Pengutusan)
a. Simbol gerak maju Gereja dalam misi.
b. Warna hijau menandakan kehidupan baru, pertumbuhan rohani, dan keberlanjutan pelayanan.
c. Panah yang melingkari dunia melambangkan Missio Dei — Allah yang mengutus gereja untuk memelihara dan
mentransformasi dunia. - Api Jingga di Atas Salib (Roh Kudus dan Semangat Penginjilan)
a. Menandakan kuasa Roh Kudus yang menyalakan semangat penginjilan.
b. Warna jingga melambangkan antusiasme, keberanian, dan transformasi rohani.
0 Comments