Oleh: Pnt.Dr. Sahat HMT Sinaga

Pada tanggal 14 sampai dengan 19 Oktober 2025 di kota Pemnatangsiantar, Sumatera Utara akan diselenggarakan Sinode Am Periode (SAP) Gereja Kristen Protestan Indonesia(GKPI).

Perhelatan akbar gerejawi GKPI tersebut diselenggarakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun, bersamaan dengan periode kepengurusan di semua  tingkatan GKPI. Dengan demikian mereka yang hadir menjadi peserta SAP mayoritas  adalah orang-orang ” pilihan” yang diperoleh dari proses periodesasi yang telah berlangsung di tingkat Jemaat, Jemaat Khusus atau Resort pada tahun 2025 ini.

SAP dihadiri peserta yakni:

  1. Anggota Sinode Am;
  2. Peninjau;
  3. Undangan.

Anggota Sinode Am terdiri dari:

  1. Utusan Resort atau Jemaat Khusus
  2. Pimpinan Sinode
  3. Anggota Majelis Sinode
  4. Kepala Departemen
  5. Kordinator Wilayah
  6. Pendeta GKPI yang ditugaskan Pimpinan Sinode pada Badan/Lembaga dibawah naungan Sinode GKPI.

Anggota Sinode Am dilantik pada SAP untuk masa bakti 5 (lima) tahun. Anggota Sinode Am memiliki hak berbicara dan hak suara, hak memilih dan dipilih.

Peninjau  memiliki hak berbicara dan tanpa hak suara, dan dapat dipilih sesuai dengan persyaratan yang diperuntukkan dalam jabatan yang dipilih, tetapi tidak berhak memilih.

Undangan memiliki hak berbicara jika diminta dan dapat dipilih sesuai dengan persyaratan yang diperuntukkan dalam jabatan yang dipilih.

Para Peserta SAP yang akan bersidang pada bulan Oktober 2025,  sebaiknya mengetahui TUJUAN GKPI ada (didirikan),  sebagaimana termuat dalam TATA GEREJA GKPI, Pasal II Ayat (2), GKPI bertujuan untuk memberitakan Injil dengan pengamalan dan pelayanan berdasarkan kasih setia Allah Bapa, Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan Persekutuan dari Roh Kudus supaya nama Allah dipermuliakan dan manusia berdosa dalam Penebusan Yesus Kristus menjadi pewaris Kerajaan Allah, sesuai dengan rencana keselamatan Allah: “Supaya orang percaya beroleh kehidupan yang kekal” (Yohanes 3: 16).

Dengan mengetahui dan memahami  apa yang menjadi TUJUAN dari kehadiran GKPI, para Peserta SAP sedapat mungkin berpikir dan bertindak dalam bersidang di dalam SAP tidak semata-mata membahas aspek aspek organisasi dan keuangan. Akan tetapi menempatkan pertimbangan spiritualitas, mengundang kehadiran Roh Kudus dalam setiap pendapat dan pengambilan keputusan guna memuliakan nama Tuhan.

Semua peserta SAP harus menyadari bahwa persidangan SAP dengan pelbagai keputusan-keputusannya sangat menentukan gerak langkah dan arah perjalanan arak-arakan pelayanan GKPI untuk paling tidak lima tahun ke depan. Oleh karena SAP mempunai tugas dan wewenang yang penting, termasuk nenetapkan, mengevaluasi, dan/atau mengubah Tata Gereja, Peraturan Rumah Tangga (PRT) dan Peraturan-peraturan GKPI, Peserta SAP perlu mempersiapkan diri untuk mengikuti setiap mata acara persidangan, termasuk mempelajari rancangan-rancangan keputusan.

SAP dapat menetapkan Rencana Strategis GKPI, mengevaluasi untuk menerima atau menolak laporan pertanggungjawaban Pimpinan Sinode, menilai laporan pertanggungjawaban Majelis Sinode. Hal  yang terakhir tersebut sering luput dari perhatian  para Peserta SAP, oleh karena pengetahuan umum bahwa yang harus mempertanggungjawabkan kinerjanya di dalam SAP itu hanya Pimpinan Sinode. Padahal Majelis Sinode juga harus memberikan laporan pertanggungjawabannnya. Misalnya sejauh mana Majelis Sionde sebagai Badan Pekerja Sinode Am GKPI telah melaksanakan,menindaklanjuti  keputusan-keputusan SAP sebelumnya?, termasuk melakukan Amandemen terhadap PRT GKPI,?.

Hasil penilaian Peserta SAP terhadap laporan pertanggungjawaban Pimnpinan Sinode dan Majelis Sinode tentu sangat warjar  mempengaruhi sikap Peserta SAP saat memilih, menetapkan dan mengukuhkan Pimpinan Sinode dan Anggota Majelis Sionde untuk 5 (lima) tahun ke depan.

Kesadaran, sikap objektif Peserta SAP sangat diharapkan dalam menilai dan memilih Pimpinan Sionde dan Majelis Sionde, yang sesungguhnya tidak boleh memiliki agenda sendiri-sendiri sebagai pribadi-pribadi yang mengedepannya pesona diri pribadi. Oleh karena  baik Pimpinan Sionde maupun Majelis Sinode tugas dan wewenangnya sudah diatur dalam TG, PRT serta Peraturan GKPI yang lain. Demikian juga dengan program kerja yang hendak dituju, dicapai telah termuat dalam Rencana Strategis GKPI.

GKPI memerlukan Pimpinan Sionde (Bishop dan Sekjen), Majelis Sionde, yang bersedia menjadi pelayan mengantarkan GKPI kepada Tujuan yang telah dirumuskan oleh para pendiri GKPI pada tahun 1964.

Anggota Majelis Sionde, bersama Pimpinan Sionde (Bishop dan Sekretaris Jenderal),  yaitu 7 (tujuh) orang Pendeta, 7 (tujuh) orang Penatua dan 15 (lima belas) orang dari unsur anggota sidi Jemaat yang tidak berstatus Penetaua atau Pendeta adalah pelayan yang  melayani bukan untuk dilayani. Memberikan kontribusi positif dan konstruktif  yang tulus bagi kemajuan GKPI walaupun diposisikan  sebagai karya “pengabdian”,

Dengan menyadari sepenuhnya bahwa GKPI sudah mempunyai Tujuan,  yang hendak dicapai bersama-sama, maka sesungguhnya Peserta SAP hendak melakukan estafet kepemimpinan dari Pimpinan Sionde (Bishop dan Sekretaris Jenderal), Majelis Sinode yang melayani saat ini, kepada Pimpinan Sionde dan Majelis Sinode yang akan dipilih dalam SAP tahun 2025 untuk masa pelayanan 5 (lima) tahun  ke depan.

Peserta SAP harus menciptakan suasana yang nyaman dan berdamai Sejahtera dalam pelaksanaan “estafet kepemimpinan”, tidak meninggalkan residu masalah dari proses pemilihan yang berlangsung dalam SAP, karena  semua Peserta SAP adalah warga GKPI yang sama-sama mencintai GKPI. Oleh karena itu tradisi baik yang sudah berlangsung selama ini, Pimpinan Sinode  dan Majelis Sionde dikukuhkan dalam Ibadah Minggu yang diadakan diakhir rangkaian persidangan SAP sebagai ungkapan Syukur atas penyertaan Tuhan terhadap SAP GKPI.

Serahterima administrasi dan keuangan yang selama ini berlangsung beberapa hari setelah SAP berakhir  adalah  juga  bagian dari proses estafet kepemimpinan yang baik agar pelayanan di semua aras  GKPI berjalan secara berkesinambungan, salaing menopang dari satu periode kepada periode yang selanjutnya.

Categories: Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *