JUMAT, 16 OKTOBER 2026
Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya, oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. (Titus 3:5)
Martin Luther, seorang biarawan, teolog, dan tokoh reformasi gereja tahun 1517, pernah bergumul saat membaca perkataan Paulus tentang kebenaran Allah. Dalam pengantar buku berjudul “Preface to the Complete Edition of Luther’s Latin Works,” Luther mengenang pergumulannya memahami kebenaran Allah. Diaa mengenang bagaimana ia akhirnya memahami kebenaran itu bukan sebagai tuntutan yang harus ia penuhi dengan kekuatannya sendiri, melainkan sebagai anugerah Allah bagi manusia melalui Injil. Pemahaman itu menjadi titik penting dalam perjalanan imannya, sekaligus mengubah wajah gereja saat itu.
Pergumulan Luther menolong kita mendengar kembali pesan Titus: keselamatan bukan upah karena kita sudah berbuat baik. Allah menyelamatkan karena rahmat-Nya. Namun, rahmat itu juga membarui hidup kita melalui Roh Kudus. Perbuatan baik tetap penting, tetapi bukan harga untuk membeli keselamatan; perbuatan baik adalah buah dari hidup yang telah disentuh dan dibarui Allah.
Oleh karena itu, kita tidak perlu menunggu sampai merasa layak untuk datang kepada Tuhan. Kita datang dengan segala kekurangan, menerima rahmat-Nya, lalu membiarkan Roh Kudus membentuk cara kita hidup: menjadi lebih jujur, mengampuni, dan mengasihi. Pembaruan itu sering berlangsung selangkah demi selangkah, dalam pilihan-pilihan sederhana setiap hari.
Kiranya kita hidup dengan rasa syukur, bukan untuk mendapatkan keselamatan, melainkan karena telah menerima rahmat Allah. Roh Kudus menyertai dan membarui kita agar kasih itu nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Nyanyian: KJ 237:1 “Roh Kudus, Tetap Teguh”
Doa:
Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau menyelamatkan kami oleh rahmat-Mu. Baruilah hati dan hidupku oleh Roh Kudus, supaya perbuatanku menjadi buah syukur atas kasih-Mu. Amin. [IH]
0 Comments