RABU, 14 OKTOBER 2026
Aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. (2 Timotius 1:12)
Saat dipenjara oleh Nazi, pendeta Jerman Dietrich Bonhoeffer tetap menulis surat kepada keluarga dan sahabatnya. Surat-surat itu menunjukkan bahwa ia terus menguatkan orang lain dan berpegang pada imannya, meski ia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi. Pada April 1945, ia dihukum mati. Catatan tentang hidup dan surat-suratnya menggambarkan,ketenangan hanya diperoleh oleh setiap orang yang berpegang teguh pada iman.
Kesaksian Bonhoeffer mengingatkan kita pada kata-kata Paulus dalam nas ini. Paulus menulis bahwa ia menderita karena Injil, tetapi tidak malu, sebab ia tahu kepada siapa ia percaya. Keyakinannya bukan bahwa hidupnya akan selalu mudah atau ia pasti bebas dari bahaya. Ia percaya bahwa Kristus sanggup memelihara hidup dan pengharapan yang ia serahkan kepada-Nya.
Kita pun menghadapi masa ketika masa depan terasa tidak pasti: sakit, kehilangan, atau masalah yang belum menemukan jalan keluar. Iman tidak selalu menghapus kesulitan itu seketika. Walau demikian, seperti Paulus, kita dapat tetap melangkah karena mengenal Pribadi yang kita percayai. Kita boleh merasa takut dan lelah, sambil tetap menyerahkan hidup kepada Kristus.
Nyanyian: KJ 408:1 “Di Jalanku ‘Ku Diiring”
Doa:
Tuhan Yesus, ketika aku takut menghadapi hari esok, ingatkan aku bahwa Engkau tetap memegang hidupku. Teguhkan imanku dan tuntun aku menjalani hari ini bersama-Mu. Amin.Kiranya kita tetap berpegang kepada Kristus, bukan karena semua keadaan sudah pasti, melainkan karena kita tahu kepada siapa kita percaya. Dialah yang memelihara kita dan memberi kekuatan untuk menjalani setiap hari. [IH]
0 Comments