SENIN, 12 OKTOBER 2026

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1 Timotius 6:10)

Di tengah derasnya iklan dan unggahan tentang gaya hidup, mudah bagi kita untuk merasa bahwa hidup akan lebih baik jika memiliki barang terbaru, rumah lebih besar, atau penghasilan lebih tinggi. Keinginan untuk bekerja dan mencukupi kebutuhan tentu bukan hal yang salah. Namun, ketika ukuran keberhasilan hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki, rasa cukup bisa terus menjauh.

Paulus menulis kepada Timotius bahwa cinta uang dapat menjerat hati dan membawa manusia menjauh dari iman. Uang sendiri bukanlah kejahatan; uang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan, menolong keluarga, dan melayani sesama. Bahayanya muncul ketika uang menjadi tujuan utama, sehingga kejujuran, hubungan dengan Tuhan, dan kepedulian kepada orang lain dikorbankan demi mendapatkannya.

Paulus juga mengingatkan tentang hidup yang disertai rasa cukup. Rasa cukup bukan berarti berhenti berusaha atau tidak boleh memiliki cita-cita. Rasa cukup berarti belajar menerima berkat dengan syukur dan mengelolanya dengan bijaksana, tanpa membiarkan harta menentukan nilai diri atau menguasai hati. Tuhan memanggil kita untuk bekerja dengan tekun, hidup dengan jujur, dan memakai apa yang kita miliki untuk kebaikan. Oleh sebab itu, uang dapat menjadi alat untuk kebaikan, tetapi Tuhanlah sumber hidup dan kecukupan kita.

Nyanyian: KJ 450:1 “Hidup Kita yang Benar”

Doa
Ya Tuhan, ajar aku bekerja dengan tekun dan menerima berkat dengan syukur. Jauhkan hatiku dari cinta uang yang membuatku melupakan-Mu dan sesamaku. Tolong aku memakai apa yang kumiliki dengan bijaksana. Amin. [IH]

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *