JUMAT, 9 OKTOBER 2026
Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.
(2 Tesalonika 3:5)
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata tabah memiliki arti tetap dan kuat hati; berani. Dari arti itu tidak salah ketika seseorang berduka, banyak orang akan menghibur dengan kata-kata tabah dan menjadikan kehidupan yang masih panjang sebagai motivasi untuk bertahan. Tetapi dalam iman Kristen, motivasi ketabahan pertama-tama terletak dalam Yesus Kristus.
Seperti isi surat Paulus yang kedua kepada Jemaat Tesalonika. Pada saat itu jemaat Tesalonika sedang menghadapi tekanan dan persoalan internal. Dalam konteks surat ini, Paulus berhadapan dengan persoalan ketekunan, kehidupan yang tertib, pekerjaan dan orang-orang yang tidak mau menjalani tanggung jawab hidupnya. Bagian menarik ialah ketabahan dalam iman Kristen tidak ditempatkan sebagai kekuatan mental manusia, melainkan sebagai sesuatu yang berakar pada ketabahan Yesus Kristus. Dengan begitu, ketabahan bukan hasil perjuangan diri sendiri, tetapi merupakan respons iman terhadap ketabahan Yesus Kristus. Ketabahan yang lebih dulu dikerjakan Tuhan Yesus menjadi model sekaligus modal bagi ketabahan orang percaya.
Jika bercermin dari ketabahan Yesus Kristus, maka disana orang percaya diajak untuk menghidupi ketabahan bukan pasrah terhadap keadaan. Tuhan Yesus lebih dulu menunjukkan ketabahan melalui sikap hidup yakni setia, bersuara bagi kekerasan dan ketidakadilan. Kehidupan yang tabah bukan karena hidup menjadi mudah, tetapi karena Tuhan Yesus lebih dulu tabah terhadap manusia. Pasrah mengindikasikan sikap pasif dan enggan berjuang, tetapi tabah mengindikasikan keberanian untuk bertahan dalam kesulitan. Bisa saja ketabahan orang percaya tidak langsung menemui jawaban, tetapi ketabahan bersama Yesus memberi pengharapan serta kekuatan untuk berjalan meski perlahan.
Nyanyian Kidung Jemaat: KJ 407 – “Tuhan, Kau Gembala Kami”
Doa:
Bapa Sorgawi, terimakasih karena aku mengalami ketabahanMu dalam karya Tuhan Yesus Kristus. Tolonglah agar ketabahan dalam Yesus Kristus menjadi kekuatan untuk aku tabah dalam menjalani hidup hari lepas hari. Bukan tentang jawaban yang cepat, tetapi kesediaan untuk tetap bertahan sekalipun keadaan sulit bagiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. [NFT]
0 Comments