KAMIS, 8 OKTOBER 2026
Tetapi, hamba-Ku Kaleb, karena mempunyai hati berbeda dan mengikut Aku sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya. (Bilangan 14:24)
Dalam paham relativisme, apa yang jahat atau baik, benar atau salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya yang dianutnya. Dengan begitu, tidak ada kebenaran yang mutlak. Paham demikian semakin memengaruhi pola hidup seseorang di tengah kemajuan digital atau media sosial. Informasi akan dianggap benar ketika banyak orang menyuarakannya atau banyak orang memposting ulang. Realitas demikian membuat peradaban manusia mengalami krisis kebenaran.
Tetapi dalam iman Kristen, Allah adalah sumber kebenaran mutlak. Firman Allah menuntun manusia mengetahui kehendak Allah dan kebenaranNya. Kaleb adalah tokoh yang diceritakan dalam Bilangan 14:24. Di tengah kesaksian 12 pengintai memberi keterangantentang tanah Kanaan yang membuat bangsa Israel takut, Kaleb justru disebutkan memiliki jiwa yang berbeda. Ia sepenuhnya mengikut Allah sebab ia berpegang pada janji Allah.Kesaksian Kaleb berbeda dari ke 12 pengintai, ia setia bersaksi tentang kuasa Allah (13:30). Artinya, perbedaan yang dimiliki Kaleb bukan pertama-tama tentang klaim atau keberanian batin, melainkan orientasi hati yang berbeda karena tetap mengikuti kebenaran Allah.Perbedaan yang dimiliki Kaleb tidak membuat dia menjadi pahlawan individualistik, tetapi perbedaan itu berdampak bagi bangsa Israel dan keturunannya untuk lebih mengenal kebenaran Allah.
Di tengah masa krisis kebenaran ini, Allah tetap pegang kendali dan berdaulat sebagai sumber kebenaran. Dalam menjalani kehidupan sosial, kesetiaan untuk meletakkan Firman Allah sebagai tolak ukur kebenaran perlu dipertahankan dan diperlihatkan.Standar yang diukur jelas bukan tentang diri sendiri atau apa kata suara mayoritas, melainkan kebenaran yang Allah kehendaki. Bersamaan dengan itu, kebenaran Allah bukan sebagai alat pembenaran diri sendiri, melainkan kesediaan berjalan bersama yang lain untuk mengikuti kebenaran Allah.
Nyanyian Kidung Jemaat: KJ 402 – “Kuperlukan Jurus’lamat”
Doa: Ya Allah sumber kebenaran yang hidup. Tolonglah umatMu untuk tetap setia bersaksi sesuai kebenaranMu. Di tengah kebenaran dunia yang bertumpu pada diri sendiri, mampukan aku hadir sebagai kesaksian yang hidup tentang Engkau. Dengan demikian kehadiranku berdampak bagi orang lain. Dalam Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. [NFT]
0 Comments