Jumat, 02 Oktober 2026

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Filipi 4:4)

Perasaan manusia sangat ditentukan dari apa yang terjadi di sekelilingnya. Hal ini sangat normal karena manusia adalah makhluk psikososial. Secara sederhana, makhluk psikososial adalah mereka yang kondisi kejiwaannya sangat terikat, dipengaruhi, dan terbentuk oleh interaksinya dengan lingkungan sosial di sekitarnya.Artinya, secara psikis, perasaan, pikiran, dan mental kita, seperti rasa aman, cemas, bahagia, atau tertekan, iatidak hidup di ruang hampa. Dan, secara sosial, kita sangat peka terhadap apa yang terjadi pada orang lain, kondisi ekonomi, situasi politik, perlakuan orang sekitar, dan standar-standar sosial. Pertanyaan kritis kemudian muncul, “Apabila kita setiap harinya dikelilingi oleh kondisi yang buruk, apakah kita akan kehilangan sukacita kita?” 

Firman Tuhan saat ini mengajak kita untuk tidak kehilangan sukacita dalam hidup. Menurut Paulus, kebaikan yang Tuhan telah anugerahkan itu melampaui berbagai situasi kehidupan, entah itu suka atau duka. Paulus memberikan contoh nyata kondisinya pada jemaat Filipi. Ia menulis surat pastoral ke jemaat Filipi dalam kondisi yang mengenaskan, yaitu di balik jeruji penjara. Dalam kondisi buruk itu, Paulus masih dapat menguatkan jemaat Filipi yang sedang berada dalam konflik internal, agar mereka tetap bersukacita di dalam Tuhan.

Marilah ​kita tetap bersukacita di dalam Tuhan. Janganlah biarkan kondisi hidup yang tidak ideal membuat sukacita kita di dalam Tuhan menjadi hilang. Resapkanlah di dalam hati kita masing-masing betapa baiknya Tuhan di tengah perjalanan hidup kita. Anugerah-Nya cukup untuk menolong hidup kita sehingga merasakan damai sejahtera yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini.

Sukacita sejati tidak bergantung pada seberapa ideal situasi di sekitar kita, melainkan pada seberapa limpah syukur hidup kita tinggal dalam kasih Tuhan.

PKJ 216:1-2 “Berlimpah Sukacita di Hatiku”

Doa :
Ya Allah Tritunggal penuh rahmat dan kasih setia, ampunilah kami jika masih sering sukacita kami pudar hanya karena tekanan dan situasi yang tidak ideal dalam hidup. Mampukanlah kami melalui Roh Kudus-Mu untuk memandang kebaikan-Mu yang melampaui segala keadaan, sehingga damai sejahtera-Mu memenuhi hati kami. Amin. [ThS]

Categories: Terang Hidup

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *