Sabtu, 19 September 2026
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. (Habakuk 3: 17-18).
Apakah menemukan ungkapan ini bermakna? “Bila Anda frustasi, janganlah merasa bahwa Anda adalah satu-satunya yang demikian?” “Sebab banyak orang merasakan dan mengalami hal-hal ini: Memberi waktu dan tenaga untuk suatu karya yang tiba-tiba menjadi tak berguna; Mengalami berbagi kesulitan dalam usaha; Mengetahui bahwa jerih payahnya dirusak oleh orang lain; Melakukan tugas dengan baik tapi orang lain yang diberi penghargaan; Mendapatkan suatu pekerjaan yang tampak mudah tapi ternyata sulit; Sering gagal mendapatkan sesuatu yang diimpikan; Kadang-kadang merasa segalanya menjadi sangat berat.” [Mihalic 2000, 88-89].
Berbeda dari nabi-nabi lainnya yang menyampaikan nubuat Allah kepada umut, gaya dan isi Kitab Habakuk, seperti juga Kitab Yeremia, memperlihatkan perbedaan. Terdapat suatu sikap baru. Habakuk dan Yeremia bertanya kepada Allah. Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi Sabda Allah bagi kita. Di sana-sini nabi bertanya kepada Tuhan tetapi secara meluas hal itu menjadi ragi, hal berharga, dalam seluruh nubuat. Bertanya, tetapi titik tolaknya dalah iman yang kuat akan kesetiaan Allah, adalah sumbangan penghayatan iman yang dihadirkan kitab ini. Pada akhirnya, Allah-lah yang menutup pembicaraan seperti yang Ia kehendaki.
Penyerangan musuh yang keji, kegagalan panen yang berarti kesulitan makanan yang akan membawa kepada kelaparan, adalah hal-hal yang menakutkan dan menyedihkan. Tetapi Habakuk mengakui bahwa dia menemukan di dalam Allah Penyelamat kekuatan (ay. 17-18), yang menjadikan kakinya kuat seperti kaki rusa (ay. 19; bdk. Rm. 8:37; 2 Kor. 4:8-10). Habakuk memang tidak menemukan jawaban rasional terhadap pertanyan “mengapa” dan “berapa lama,” tetapi dia telah belajar untuk terus hidup walaupun jawaban belum tersedia dan ingin hidup berpengharapan dan bersukacita. Sebab kesetiaan Allah itu mutlak, Allah adalah Mahakuasa.
Lagu: KJ 333: “Sayur Kubis Jatuh Harga”
Doa:. Pun jikalau kami menghadapi kesukaran dan kesusahan, izinkanlah kami mengingat kesetiaanMu dan kuasa-Mu yang besar ya Tuhan. Bahkan kami memuji-muji-Mu karena Engkau Pohon s’lamat kami. Kami tak akan jatuh, karena Tuhan kekuatan kami. Amin. [JPS]
0 Comments